Probolinggo Mengetuk Pintu Langit, Merajut Spiritualitas di Tengah Pembangunan


Kraksaan, Lensaupdate.com – Suasana malam di Stadion Gelora Merdeka Kraksaan, Jum’at (26/7/2025) berubah menjadi lautan doa dan lantunan sholawat. Ribuan warga dari berbagai penjuru Kabupaten Probolinggo hadir dalam gelaran religius bertajuk “Probolinggo Mengetuk Pintu Langit”, sebuah kegiatan spiritual yang menyatukan batin masyarakat dengan irama kecintaan kepada Rasulullah SAW.


Acara dimulai tepat pukul 20.00 WIB dengan lantunan hadrah dari Majelis Dzikir dan Sholawat (MDS) Rijalul Ansor. Getaran rebana berpadu dengan suara sholawat yang menggema memenuhi langit Kraksaan, menciptakan nuansa damai sekaligus haru di tengah hiruk-pikuk zaman modern.

Kegiatan ini digagas oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo sebagai bentuk ikhtiar spiritual dalam pembangunan daerah. Tidak hanya fokus pada infrastruktur dan pelayanan publik, Pemkab juga berkomitmen membangun pondasi moral dan ruhani masyarakat.

Probolinggo Mengetuk Pintu Langit ini dihadiri oleh Asisten Pemerintahan dan Kesra Hari Kriswanto bersama sejumlah pejabat di lingkungan Pemkab Probolinggo, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Probolinggo M. Zubaidi, Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Probolinggo Samsur, Forkopimka Kraksaan, Wakil Ketua Umum MUI Kabupaten Probolinggo KH. Wasik Hannan dan penceramah KH Habibullah Mabsultotan.


Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekda Kabupaten Probolinggo Hari Kriswanto mengatakan ini adalah langkah nyata  Pemerintah Daerah dalam menjaga keseimbangan antara pembangunan lahir dan batin. Kegiatan ini bukan sekedar seremoni, melainkan akan menjadi agenda rutin bulanan.

“Kita ingin setiap pembangunan yang kita rancang dan laksanakan senantiasa mendapat keberkahan dari Allah SWT. Dan semangat masyarakat malam ini luar biasa,” katanya.

Selain menjadi momentum doa bersama, jelas Hari, acara ini juga mempererat ikatan antara pemerintah dan masyarakat. Wajah-wajah muda tampak mendominasi kerumunan, menandakan bahwa semangat religiusitas masih kuat tertanam di generasi Kabupaten Probolinggo.

“Ini menjadi bukti bahwa anak-anak muda kita masih mencintai Rasulullah. Ini adalah harapan besar untuk masa depan daerah yang religius dan bermartabat,” tegasnya.

Dalam tausiahnya, KH Habibullah menekankan pentingnya memperkuat akhlak dan menjadikan sholawat sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari. “Kita tidak hanya mengetuk pintu langit malam ini, tapi juga membuka hati kita untuk kembali kepada Allah dan Rasul-Nya,” pesannya.

Dengan gelaran ini, Kabupaten Probolinggo tidak hanya memohon keberkahan dari langit, tapi juga membangun jembatan spiritual antara bumi dan Tuhan, antara rakyat dan pemimpinnya serta antara harapan dan kenyataan. (nab/zid)