Earlyta Azaria Harumkan Kabupaten Probolinggo di Ajang Puteri Wastra Jawa Timur 2025


Probolinggo, Lensaupdate.com - Prestasi membanggakan kembali diraih oleh generasi muda Kabupaten Probolinggo, adalah Earlyta Azaria Setiyawan yang berhasil meraih posisi runner up 1 Puteri Wastra Jawa Timur 2025 dalam malam grand final yang digelar di Universitas Brawijaya Malang, (27/07/2025).


Perjalanan Earlyta menuju panggung kehormatan tersebut bukanlah proses yang singkat. Sejak bulan Mei 2025, ia telah mengikuti proses seleksi mulai dari administrasi dan esai hingga akhirnya lolos sebagai semifinalis yang tampil di Malang Creative Center (MCC). Ia kemudian diumumkan sebagai finalis pada bulan Juni dan mengikuti berbagai rangkaian kegiatan seperti photoshoot, pra-karantina online hingga karantina intensif di Sans FIF-Fa Hotel Malang pada 26 Juli 2025.


“Puncaknya adalah malam grand final. Di sana, saya dan finalis lainnya menunjukkan wawasan, karakter dan kecintaan terhadap budaya wastra Nusantara. Saya bersyukur bisa tampil maksimal dan dinobatkan sebagai runner up 1,” ungkap Earlyta.


Dalam kompetisi tersebut, Earlyta tampil anggun mengenakan batik Dewi Rengganis dan Ronggo Mukti, karya para pembatik lokal Kabupaten Probolinggo. Busana itu dirancang oleh desainer lokal Dwita Widyandari asal Desa Kalirejo Kecamatan Dringu yang secara khusus mengangkat kekayaan motif lokal dengan sentuhan modern yang tetap elegan.


“Saya merasa bangga bisa membawa nama Kabupaten Probolinggo sejak awal seleksi hingga di panggung grand final. Harapannya, prestasi ini bisa menginspirasi anak muda lainnya untuk lebih mencintai budaya lokal,” tambahnya.


Apresiasi atas prestasi ini disampaikan langsung oleh Ketua Umum Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Probolinggo Ning Marisa Juwitasari Moh. Haris, SE., yang menyoroti pentingnya pelestarian dan pengembangan batik daerah.


“Earlyta telah menunjukkan bahwa generasi muda mampu menjadi duta budaya, khususnya dalam mempromosikan batik sebagai bagian dari identitas lokal. Batik Kabupaten Probolinggo memiliki kekhasan motif dan filosofi seperti Dewi Rengganis dan Ronggo Mukti yang patut dikenal lebih luas,” tuturnya.


Ning Marisa menambahkan bahwa keberhasilan Earlyta juga menunjukkan sinergi kuat antara pembatik lokal, desainer muda dan generasi penerus yang mencintai budaya.


“Kami di Dekranasda akan terus mendukung regenerasi dan promosi batik lokal. Lewat ajang seperti ini, batik Kabupaten Probolinggo bisa menembus panggung yang lebih besar, sekaligus menjadi sarana diplomasi budaya,” imbuhnya.


Dengan pencapaian ini, Earlyta Azaria Setiyawan tidak hanya membawa harum nama Kabupaten Probolinggo, tetapi juga menjadi teladan generasi muda dalam mencintai, mengenakan dan mengangkat kembali warisan budaya wastra Nusantara. (nab/zid)