Dinkes Kabupaten Probolinggo Gelar Rakor Pembentukan TP2TBC


Kraksaan, Lensaupdate.com - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Probolinggo menggelar rapat koordinasi (rakor) pembentukan Tim Percepatan Penanggulangan Tuberkulosis (TP2TBC) di lingkungan Kabupaten Probolinggo pada Rabu (23/7/2025) di ruang pertemuan Jabung III Kantor Bupati Probolinggo. 


Kegiatan tersebut dibuka langsung oleh Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Probolinggo Hari Kriswanto didampingi Kepala Dinkes Kabupaten Probolinggo, dr. Hariawan Dwi Tamtomo serta Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Probolinggo, Ning Ayu Nofita R.


Rakor ini merupakan bentuk implementasi dari Peraturan Presiden Nomor 67 Tahun 2021 Tentang Penanggulangan TBC. Rakor dihadiri oleh lintas Organisasi Perangkat Daerah (OPD) serta sejumlah organisasi masyarakat yang turut mendukung inisiatif pengendalian penyakit menular ini.


Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekda Kabupaten Probolinggo Hari Kriswanto menekankan pentingnya dukungan dari semua pihak, termasuk tokoh agama dan masyarakat. “Penanggulangan TBC bukan hanya tugas pemerintah. Kita butuh sinergi dengan masyarakat, tokoh agama dan semua elemen yang dekat dengan komunitas,” katanya.


Sementara Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Probolinggo Ning Ayu Nofita R., menyampaikan pihak legislatif telah berkontribusi aktif melalui sosialisasi TBC dalam kegiatan reses anggota DPRD. “Pembentukan TP2TBC sebagai langkah awal penting dalam membangun kolaborasi jangka panjang demi keberhasilan eliminasi TBC,” ujarnya.


Sedangkan Kepala Dinkes Kabupaten Probolinggo dr. Hariawan Dwi Tamtomo mengungkapkan pihaknya telah mengalokasikan anggaran khusus untuk program penanggulangan TBC. “Kami telah mengadakan berbagai kegiatan skrining dan edukasi. Selain itu, kami memiliki portable x-rays untuk mempermudah deteksi dini kasus TBC di masyarakat,” ungkapnya.


Hariawan menambahkan peran aktif dari masyarakat sangat dibutuhkan agar tujuan nasional eliminasi TBC pada tahun 2030 bisa tercapai di level daerah. Deteksi dini, pengobatan tepat waktu serta pengawasan ketat terhadap penderita TBC menjadi kunci utama dalam strategi penanggulangan yang tengah dibangun bersama.


“Melalui TP2TBC, kami berharap terbentuk sinergi yang lebih kuat antar instansi dan organisasi kemasyarakatan. Langkah ini menjadi upaya lanjutan setelah sebelumnya program-program edukasi dan pelayanan kesehatan berbasis komunitas dijalankan secara bertahap,” pungkasnya. (nab/zid)