Kraksaan, Lensaupdate.com - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Probolinggo menggelar kegiatan penguatan kader dalam meningkatkan kualitas desa/kelurahan siaga aktif di ruang pertemuan Jabung II Kantor Bupati Probolinggo, Selasa (15/7/2025).
Kegiatan ini diikuti oleh 2 orang kader desa siaga dan 1 orang TP PKK Pokja IV desa dari 10 puskesmas di Kabupaten Probolinggo sehingga totalnya sebanyak 30 orang. Selama kegiatan mereka dipandu narasumber dari Dinkes Provinsi Jawa Timur.
Kepala Dinkes Kabupaten Probolinggo dr. Hariawan Dwi Tamtomo melalui Kepala Bidang Kesehatan Masyatakat Sri Wahyu Utami mengatakan kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman kader tentang konsep dan indikator desa/kelurahan siaga aktif dan meningkatkan keterampilan kader dalam melaksanakan kegiatan surveilans.
“Selain itu, komunikasi perubahan perilaku dan pemberdayaan masyarakat, memperkuat peran kader sebagai penggerak utama dalam mendeteksi dini dan menanggulangi masalah kesehatan di tingkat desa/kelurahan, mendorong partisipasi aktif kader dalam perencanaan, pelaksanaan, pemantauan dan evaluasi program kesehatan berbasis masyarakat serta membangun jejaring kerja dan koordinasi lintas sektor dalam mendukung keberlangsungan program desa/kelurahan siaga aktif,” katanya.
Menurut Sri Wahyu, pembangunan kesehatan masyarakat tidak dapat dilepaskan dari peran aktif masyarakat itu sendiri. Salah satu strategi yang telah dikembangkan oleh pemerintah dalam mendukung upaya ini adalah melalui pembentukan desa dan kelurahan siaga aktif. Yakni desa atau kelurahan yang penduduknya memiliki kesiapan dan kemampuan untuk mencegah, mengatasi serta mengantisipasi berbagai masalah kesehatan secara mandiri.
“Keberhasilan pelaksanaan desa/kelurahan siaga aktif sangat bergantung pada kualitas dan kapasitas kader kesehatan sebagai ujung tombak pelaksanaan program di tingkat masyarakat. Kader memiliki peran penting dalam penyuluhan, pemantauan serta pendampingan kegiatan-kegiatan kesehatan berbasis masyarakat,” jelasnya.
Namun demikian jelas Sri Wahyu, masih dijumpai berbagai tantangan dalam pelaksanaan program, seperti rendahnya pemahaman kader terhadap tugas dan fungsi mereka, kurangnya keterampilan teknis serta minimnya dukungan pembinaan yang berkelanjutan. Oleh karena itu, diperlukan kegiatan penguatan kader melalui pelatihan dan pendampingan untuk meningkatkan kapasitas, motivasi dan kinerja kader dalam menjalankan perannya.
“Melalui kegiatan ini, diharapkan kader dapat menjadi agen perubahan yang efektif dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan masyarakat serta memperkuat keberlanjutan program desa/kelurahan siaga aktif,” pungkasnya. (nab/zid)
