51 Siswa SD dan 57 Siswa SMP di Kabupaten Probolinggo Lulus Seleksi Beasiswa Tahfidz


Kraksaan, Lensaupdate.com - Seleksi program beasiswa tahfidz Al-Qur’an jenjang SD dan SMP yang diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikdaya) Kabupaten Probolinggo berkolaborasi dengan Jam’iyyatul Qurra’ wal Huffazh (JQH) Kota Kraksaan di Masjid Agung Ar-Raudlah Kota Kraksaan resmi berakhir pada Rabu (23/7/2025).


Dari total peserta seleksi, sebanyak 51 siswa SD dan 57 siswa SMP dinyatakan lulus beasiswa tahfidz 2025 setelah melalui dua tahap seleksi yang cukup ketat. Proses ini dimulai dengan 200 peserta dari masing-masing jenjang yang kemudian disaring menjadi 65 peserta SD dan 76 peserta SMP untuk mengikuti tahap kedua.


Pada tahap lanjutan, peserta bertambah menjadi 87 siswa SD dan 119 siswa SMP, setelah digabungkan dengan hasil seleksi tahap awal pada bulan Maret 2025. Seleksi ini mengukur kualitas hafalan Al-Qur’an serta penguasaan tajwid dan kelancaran dalam membaca.


Kepala Disdikdaya Kabupaten Probolinggo Dwijoko Nurjayadi melalui Kepala Bidang Pembinaan SMP Amik Mutammimah mengatakan program tersebut diharapkan menjadi stimulus peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM), khususnya di sektor pendidikan.


“Kami berharap program ini mampu mempersiapkan anak-anak untuk menjadi calon pemimpin, pendidik serta profesional masa depan yang unggul, religius dan mampu bersaing di tingkat global. Ini bagian dari kontribusi dalam mendukung percepatan pembangunan nasional,” ujarnya.


Menurut Amik, investasi pada pendidikan berkarakter seperti ini merupakan bagian dari upaya jangka panjang menuju terwujudnya generasi emas Indonesia tahun 2045, generasi yang memiliki kualitas akademik, integritas moral dan karakter kuat.


“Kami sedang membentuk generasi yang tidak hanya cerdas secara kognitif, tetapi juga memiliki nilai-nilai spiritual dan sosial yang kuat. Generasi seperti inilah yang akan menjadi tulang punggung kemajuan bangsa di masa mendatang,” tambahnya.


Selain itu, Amik menekankan pentingnya peran pendidikan berbasis nilai-nilai agama dalam menjaga peradaban dan keberlangsungan bangsa Indonesia. Pendidikan tahfidz tidak hanya menanamkan hafalan Al-Qur’an, tetapi juga membentuk karakter peserta didik agar lebih tangguh menghadapi tantangan zaman.


“Kami ingin menciptakan ekosistem pendidikan yang mendukung peserta didik menjadi pribadi yang utuh cerdas, santun dan peduli pada bangsa. Dengan cara ini, Indonesia bisa menjadi negara yang disegani di mata dunia,” pungkasnya. (nab/zid)