Kraksaan, Lensaupdate.com - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo mendorong penyandang disabilitas agar semakin mandiri secara ekonomi melalui pengembangan keterampilan dan usaha produktif. Salah satu upayanya dilakukan melalui pelatihan pembuatan keripik singkong yang disertai peluang promosi produk melalui platform digital daerah.
Pelatihan bertema “Optimalisasi Potensi dan Keterampilan Difabel di Industri Kreatif Kuliner” tersebut digelar Pemberdayaan Disabilitas Kabupaten Probolinggo (PDKP) bersama Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Probolinggo selama dua hari, Kamis hingga Jum'at (15–16/10/2026) di Aula Balai Latihan Kerja (BLK) Kraksaan.
Sebanyak 35 peserta mengikuti kegiatan ini, terdiri atas 28 anggota PDKP dan tujuh peserta dari Gerakan untuk Kesejahteraan Tunarungu Indonesia (Gerkatin). Mereka mendapatkan keterampilan praktis mengolah singkong menjadi keripik yang memiliki nilai jual dan berpotensi dikembangkan sebagai usaha mandiri.
Kepala Bidang Pemberdayaan Sosial Dinsos Kabupaten Probolinggo Ninuk Fris Handayani yang membuka kegiatan tersebut menyampaikan bahwa pelatihan keterampilan merupakan salah satu langkah untuk memperluas kesempatan usaha bagi penyandang disabilitas.
Menurutnya, kemampuan mengolah bahan pangan menjadi produk bernilai ekonomi perlu didukung strategi pemasaran agar usaha yang dirintis peserta dapat berkembang dan menjangkau konsumen lebih luas.
“Pelatihan keterampilan praktis seperti pembuatan keripik singkong dapat menjadi bekal bagi peserta untuk mengembangkan usaha produktif secara mandiri. Namun, kemampuan produksi perlu diimbangi dengan dukungan pemasaran agar produk yang dihasilkan mampu menjangkau konsumen lebih luas,” katanya.
Untuk mendukung pemasaran tersebut, Pemkab Probolinggo membuka peluang integrasi produk hasil pelatihan ke dalam SIMADU (Sistem Manajemen Pengembangan UMKM Terpadu) Kabupaten Probolinggo.
Ninuk menjelaskan, platform digital tersebut dapat dimanfaatkan untuk mempromosikan produk dalam katalog produk unggulan daerah. Informasi yang terhubung dengan WhatsApp dan lokasi usaha juga diharapkan memudahkan calon konsumen menemukan produk yang ditawarkan.
“Melalui platform digital ini, produk olahan peserta berpeluang dipromosikan dalam katalog produk unggulan daerah yang terhubung dengan WhatsApp dan informasi lokasi usaha. Dengan demikian, pelatihan tidak hanya berfokus pada peningkatan keterampilan produksi, tetapi juga diarahkan untuk memperkuat promosi dan memperluas akses pasar,” tegasnya.
Ia berharap dukungan tersebut dapat membuka kesempatan lebih besar bagi penyandang disabilitas untuk mengembangkan usaha, meningkatkan pendapatan, serta terlibat aktif dalam kegiatan ekonomi masyarakat.
Ketua Panitia Pelatihan Sugianto yang akrab disapa Iyan mengapresiasi kolaborasi dan dukungan Pemkab Probolinggo dalam penyelenggaraan kegiatan tersebut.
Ia menilai pelatihan ini bukan sekadar kegiatan peningkatan keterampilan, melainkan bagian dari upaya membangun lingkungan yang inklusif dengan memberikan kesempatan kepada penyandang disabilitas untuk mengembangkan potensi dan kemampuan mereka.
“Harapan kami, peserta tidak hanya membawa pulang ilmu, tetapi juga berani melangkah untuk memulai usaha dan mandiri secara ekonomi. Kami ingin membuktikan bahwa disabilitas bukan penghalang untuk berkarya dan menghasilkan produk yang berkualitas,” ungkapnya.
Iyan berharap pendampingan kepada peserta dapat berlanjut setelah pelatihan, termasuk dalam pengurusan perizinan usaha dan perluasan pemasaran. Dengan demikian, keterampilan yang diperoleh tidak berhenti pada kegiatan pelatihan, tetapi dapat dikembangkan menjadi sumber penghasilan yang berkelanjutan.
Ia juga berharap PDKP semakin kuat sebagai wadah pengembangan potensi penyandang disabilitas sekaligus mitra pemerintah daerah dalam mendorong tumbuhnya wirausahawan mandiri.
“Melalui semangat Berdaya, Berkarya, Berjaya, kami berharap tidak ada lagi teman-teman disabilitas di Kabupaten Probolinggo yang merasa tertinggal atau berjalan sendirian dalam mengembangkan potensinya,” tambahnya.
Selanjutnya, PDKP merencanakan pelatihan barbershop pada November 2026 dengan melibatkan 35 peserta dari PDKP dan Gerkatin.
Rangkaian program tersebut diharapkan dapat memperluas keterampilan, meningkatkan kepercayaan diri, serta memperkuat kemandirian penyandang disabilitas. Dukungan pelatihan, pendampingan dan akses pemasaran diharapkan membuka peluang bagi mereka untuk mengembangkan usaha produktif yang berkelanjutan dan berdaya saing. (nab/zid)
.jpeg)