Diperta Kabupaten Probolinggo Pastikan 504 Sampel Serum Ayam Negatif Salmonella Pullorum


Wonomerto, Lensaupdate.com - Dinas Pertanian (Diperta) Kabupaten Probolinggo memastikan 504 sampel serum ayam yang diperiksa di PT Malindo Farm I Desa Sumberkare Kecamatan Wonomerto, dinyatakan negatif terhadap bakteri Salmonella Pullorum. Pemeriksaan ini menjadi bagian dari upaya pengawasan kesehatan unggas sekaligus menjaga keamanan pangan asal hewan.

Pengujian screening tersebut dilaksanakan pada Kamis (15/10/2026) melalui kolaborasi Diperta Kabupaten Probolinggo, Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dan UPT Laboratorium Kesehatan Hewan (Labkeswan) Malang.

Kepala Diperta Kabupaten Probolinggo Arif Kurniadi melalui Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner drh. Nikolas Nuryulianto menjelaskan pemeriksaan dilakukan untuk mendeteksi secara dini kemungkinan keberadaan bakteri penyebab penyakit pada unggas.

“Sebanyak 504 sampel serum ayam telah diuji dan hasilnya negatif Salmonella Pullorum. Pemeriksaan ini bertujuan mendeteksi secara dini keberadaan bakteri tersebut pada ternak unggas, sehingga produk pangan asal hewan yang dihasilkan tetap aman dan layak dikonsumsi masyarakat,” ujarnya.

Menurut Niko, proses pemeriksaan menggunakan sampel darah ayam yang terlebih dahulu didiamkan hingga terbentuk serum. Serum tersebut kemudian digunakan untuk pengujian di laboratorium.

Pemeriksaan berkala dinilai penting untuk memantau kondisi kesehatan ayam dan mengantisipasi potensi penyebaran penyakit. Pengawasan ini juga berkaitan dengan upaya menjaga kualitas produk peternakan, terutama telur yang menjadi salah satu sumber pangan masyarakat.

Ia berharap pelaku usaha perunggasan di Kabupaten Probolinggo terus memperhatikan kesehatan ternak dan memastikan proses produksi memenuhi persyaratan yang berlaku.

“Harapannya, seluruh usaha di bidang perunggasan di Kabupaten Probolinggo dapat menghasilkan produk pangan asal hewan yang bersih, sehat, bebas dari penyakit serta aman dikonsumsi masyarakat,” tegasnya.

Selain melakukan pemeriksaan sampel, Diperta Kabupaten Probolinggo mengingatkan para pelaku usaha peternakan untuk menerapkan langkah pencegahan penyakit secara konsisten.

Upaya tersebut meliputi pelaksanaan vaksinasi sesuai program kesehatan ternak, menjaga kebersihan dan sanitasi kandang serta melakukan pemantauan kondisi kesehatan ayam secara berkala.

Niko menegaskan, peternak perlu segera berkoordinasi dengan petugas kesehatan hewan apabila menemukan gejala atau indikasi penyakit pada ternaknya. Pemeriksaan dan penanganan lebih lanjut diperlukan agar potensi penyebaran penyakit dapat dikendalikan sesuai prosedur.

“Apabila ditemukan indikasi atau hasil pemeriksaan yang menunjukkan adanya penyakit, peternak perlu berkoordinasi dengan petugas kesehatan hewan untuk mendapatkan penanganan sesuai prosedur. Langkah pengendalian juga diperlukan guna mencegah potensi penyebaran penyakit dan memastikan produk yang dihasilkan memenuhi persyaratan kesehatan,” terangnya.

Melalui pengujian laboratorium dan pengawasan rutin, Diperta Kabupaten Probolinggo berharap kesehatan ternak unggas semakin terjaga dan kualitas hasil peternakan dapat terus ditingkatkan.

Hasil pemeriksaan terhadap 504 sampel tersebut menjadi salah satu bagian dari upaya pemantauan kesehatan unggas di wilayah setempat. Diperta juga mendorong pelaku usaha peternakan untuk terus menerapkan praktik pemeliharaan yang baik demi mendukung ketersediaan pangan asal hewan yang memenuhi standar kesehatan dan keamanan bagi masyarakat. (put/fas)