Sukapura, Lensaupdate.com - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Gunung Ringgit dan Pusung Lingker, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo, masih menjadi perhatian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD). Hingga Jum'at (16/10/2026), titik api di kedua lokasi tersebut masih terpantau menyala.
Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Probolinggo melakukan pemantauan langsung untuk mengetahui perkembangan kebakaran sekaligus mengidentifikasi kendala yang dihadapi dalam penanganan di lapangan.
Kebakaran di kawasan Gunung Ringgit terjadi di wilayah Desa Ngadas, Kabupaten Probolinggo, yang berbatasan dengan Desa Wonokerto. Sementara itu, api di kawasan Pusung Lingker Desa Ngadirejo, kembali menyala setelah sebelumnya sempat padam pada Jumat pagi.
Angin kencang diduga menjadi salah satu faktor yang menyebabkan api kembali berkobar. Upaya penanganan juga menghadapi kendala berupa kondisi medan yang terjal dan sulit dijangkau sehingga menyulitkan akses menuju titik kebakaran.
Vegetasi yang terbakar meliputi ilalang, kaliandra, rumput kering, akasia, dan cemara gunung. Kondisi tumbuhan yang mengering membuat api berpotensi menjalar lebih cepat, terutama ketika tertiup angin kencang.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Probolinggo, Oemar Sjarief, mengatakan pemantauan terus dilakukan untuk mengetahui perkembangan titik api dan mendukung langkah penanganan sesuai kondisi terkini.
“Pemantauan karhutla di kawasan Gunung Ringgit dan Pusung Lingker terus dilakukan. Saat ini masih terdapat titik api di kedua lokasi, sementara kondisi medan yang terjal dan sulit dijangkau menjadi kendala dalam proses pemadaman,” ujarnya.
Oemar menjelaskan, penanganan karhutla membutuhkan kewaspadaan tinggi karena perubahan kondisi angin dapat memicu api kembali menyala dan meluas ke area vegetasi di sekitarnya.
Untuk mendukung pemantauan, BPBD Kabupaten Probolinggo berkoordinasi dengan unsur terkait, termasuk personel TNI dan Polri. Pemantauan bersama tersebut dilakukan untuk memperoleh informasi mengenai perkembangan kebakaran sekaligus mendukung upaya penanganan di lapangan.
“Pemantauan ini melibatkan personel BPBD Kabupaten Probolinggo bersama TNI dan Polri. Pemantauan ini menjadi bagian dari upaya untuk mengetahui perkembangan kebakaran dan mendukung langkah penanganan sesuai kondisi di lapangan,” terangnya.
Menurut Oemar, kombinasi vegetasi kering, angin kencang, dan akses medan yang sulit perlu menjadi perhatian dalam penanganan kebakaran di kawasan tersebut.
Ia pun mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi karhutla, khususnya di wilayah dengan vegetasi yang mudah terbakar. Upaya pencegahan dan pemantauan secara berkelanjutan diperlukan untuk mengurangi risiko meluasnya kebakaran.
“Kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan perlu terus ditingkatkan, terutama di kawasan dengan akses medan yang sulit,” pungkasnya.
BPBD Kabupaten Probolinggo terus memantau kondisi di Gunung Ringgit dan Pusung Lingker untuk mengikuti perkembangan titik api serta mendukung koordinasi penanganan bersama unsur terkait. (put/zid)
