Dinkes Kabupaten Probolinggo Tingkatkan Kompetensi Nakes Tangani Bayi Baru Lahir


KRAKSAAN – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Probolinggo memperkuat kompetensi tenaga kesehatan (nakes) puskesmas dalam penanganan bayi baru lahir melalui program On the Job Training (OJT) bersama tim ahli dari RSUD Waluyo Jati, Rabu (5/8/2026). Kegiatan ini merupakan tindak lanjut rekomendasi Audit Maternal Perinatal Surveilans dan Respons (AMPSR) guna meningkatkan mutu layanan kesehatan neonatal di Kabupaten Probolinggo.

Pendampingan melibatkan dokter spesialis anak, bidan, perawat, tenaga Pelayanan Obstetri Neonatal Emergensi Komprehensif (PONEK) hingga petugas kamar operasi. Para peserta mendapatkan pembekalan praktik klinis mulai dari deteksi dini faktor risiko, penanganan awal bayi baru lahir, stabilisasi pasien hingga prosedur rujukan sesuai standar pelayanan.

Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinkes Kabupaten Probolinggo Sri Wahyu Utami mengatakan peningkatan kompetensi tenaga kesehatan menjadi bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam memperkuat kualitas pelayanan kesehatan ibu dan bayi.

"Pendampingan ini bukan hanya menambah pengetahuan tenaga kesehatan, tetapi juga memperkuat keterampilan praktis dalam menangani bayi baru lahir sesuai standar pelayanan. Harapannya, seluruh tenaga kesehatan di puskesmas memiliki kompetensi yang semakin baik sehingga mampu memberikan pelayanan yang cepat, tepat dan berkualitas," katanya.

Menurut Sri Wahyu, metode On the Job Training memberikan kesempatan bagi tenaga kesehatan untuk belajar langsung dari para ahli melalui pembahasan kasus-kasus yang sering ditemui di lapangan. Pendekatan tersebut dinilai lebih efektif karena memadukan teori dengan praktik klinis.

Selain meningkatkan kemampuan teknis, kegiatan ini juga memperkuat koordinasi lintas profesi dalam penanganan kasus neonatal sehingga pelayanan dapat dilakukan secara lebih terpadu, mulai dari deteksi dini hingga proses rujukan apabila diperlukan.

"Melalui pendampingan lintas profesi ini, peserta dapat berdiskusi mengenai berbagai tantangan pelayanan neonatal sehingga penanganan bayi baru lahir dapat dilakukan secara komprehensif, mulai dari deteksi dini, stabilisasi hingga proses rujukan apabila diperlukan," jelasnya.

Sri Wahyu menambahkan peningkatan kapasitas tenaga kesehatan merupakan langkah strategis untuk mendukung upaya penurunan angka kesakitan dan kematian bayi di Kabupaten Probolinggo.

Ia berharap seluruh peserta dapat menerapkan ilmu dan keterampilan yang diperoleh dalam pelayanan sehari-hari di puskesmas sehingga kualitas layanan kesehatan neonatal terus meningkat.

"Kami berharap seluruh tenaga kesehatan dapat mengimplementasikan ilmu yang diperoleh dalam pelayanan sehari-hari di puskesmas. Dengan kompetensi yang terus meningkat, kualitas pelayanan kesehatan ibu dan bayi akan semakin baik sehingga mampu mendukung terciptanya generasi yang sehat dan berkualitas di Kabupaten Probolinggo," pungkasnya. (nab/zid)