Kuripan, Lensaupdate.com - Inovasi pertanian ramah lingkungan terus tumbuh di Kabupaten Probolinggo. Kelompok Tani (Poktan) Masa Baru Desa Jatisari Kecamatan Kuripan memanfaatkan eceng gondok sebagai pembenah tanah alami untuk meningkatkan kesuburan lahan.
Kegiatan yang berlangsung Kamis (2/4/2026) ini mendapat pendampingan dari BBPPTP Surabaya melalui POPT Perkebunan Ika Ratmawati bersama POPT Pangan dan Hortikultura Panji Ramadhan serta tim Balai Penyuluh Pertanian (BPP) Kecamatan Kuripan.
Menurut Ika Ratmawati, eceng gondok yang selama ini dianggap gulma ternyata memiliki potensi besar sebagai sumber nutrisi bagi tanah. Tanaman air ini mampu menyerap sisa pupuk di perairan sehingga kaya akan unsur hara.
“Eceng gondok memiliki kandungan nutrisi tinggi karena menyerap sisa pupuk di air. Ini bisa dimanfaatkan sebagai bahan pembenah tanah untuk memulihkan kesuburan lahan,” ujarnya.
Ia menjelaskan proses pembuatannya relatif sederhana dan murah. Bahan yang digunakan meliputi eceng gondok, kulit nanas, EM4, molase dan air yang difermentasi selama satu bulan. Setelah itu, larutan dapat diaplikasikan dengan cara dikocor ke tanah.
“Dengan bahan yang mudah didapat, petani bisa membuat sendiri pembenah tanah ini. Tinggal ada kemauan untuk memperbaiki kondisi lahan,” jelasnya.
Sementara itu, Panji Ramadhan menyarankan penggunaan pembenah tanah dilakukan sejak tahap pengolahan lahan sebelum masa tanam agar hasilnya lebih optimal.
Koordinator BPP Kecamatan Kuripan Nanang Setiono mengapresiasi inovasi yang dilakukan petani. Menurutnya, pemanfaatan bahan lokal seperti eceng gondok menjadi langkah strategis dalam mendukung pertanian organik berkelanjutan.
“Potensi lokal harus dimanfaatkan secara maksimal. Inovasi seperti ini bisa menjadi kebiasaan baru petani dalam menjaga kesuburan lahan,” ujarnya.
Ketua Poktan Masa Baru Karsan menegaskan pihaknya siap mengembangkan praktik ini secara berkelanjutan.
“Petani harus mandiri dalam membuat pupuk organik. Kami akan terus belajar agar lahan tetap subur dengan cara yang lebih alami,” ungkapnya.
Melalui inovasi ini, diharapkan petani di Kabupaten Probolinggo semakin terdorong untuk beralih ke sistem pertanian ramah lingkungan yang berkelanjutan, sekaligus menjaga produktivitas lahan dalam jangka panjang. (mel/fas)
