Probolinggo, Lensaupdate.com - Pemerintah Kota (Pemkot) Probolinggo terus memperkuat peran Lembaga Kemasyarakatan Kelurahan (LKK) sebagai ujung tombak pembangunan berbasis keluarga. Komitmen ini ditegaskan Wali Kota Probolinggo dr. Aminuddin saat membuka kegiatan pelatihan dan pembinaan LKK di Kelurahan Curah Grinting Kecamatan Kanigaran, Kamis (2/4/2026).
Kegiatan bertema peningkatan kualitas hidup melalui program keluarga berkualitas ini menjadi momentum untuk memperkuat kapasitas kelembagaan masyarakat di tingkat kelurahan.
Dalam sambutannya, Wali Kota Probolinggo dr. Aminuddin menegaskan LKK memiliki posisi strategis sebagai mitra pemerintah dalam menggerakkan partisipasi masyarakat.
“LKK bukan sekadar pelengkap, tetapi ujung tombak dalam membangun masyarakat. Mereka menjadi jembatan antara pemerintah dengan warga,” ujarnya.
Menurutnya, pembangunan daerah sejatinya dimulai dari lingkup terkecil, yaitu keluarga. Kualitas keluarga akan sangat menentukan keberhasilan pembangunan secara menyeluruh.
“Dari keluarga yang berkualitas akan lahir generasi yang sehat, cerdas dan berakhlak, sehingga mampu mewujudkan masyarakat yang mandiri dan sejahtera,” jelasnya.
Ia juga menekankan pentingnya membangun keluarga yang harmonis melalui nilai sakinah, mawaddah dan warahmah. "Program keluarga berencana harus dipahami tidak hanya sebagai pengendalian kelahiran, tetapi juga sebagai upaya peningkatan kualitas hidup keluarga," terangnya.
Lebih lanjut Wali Kota Aminuddin mendorong peningkatan kapasitas LKK, khususnya dalam perencanaan program berbasis kebutuhan masyarakat, penguatan data keluarga serta optimalisasi peran posyandu dan dasa wisma.
Di sektor pendidikan, Pemkot Probolinggo juga memberikan perhatian pada penanganan anak putus sekolah melalui program beasiswa dan subsidi pendidikan.
“Jangan sampai ada anak yang putus sekolah. Pemerintah telah menyiapkan berbagai bantuan agar mereka bisa menuntaskan pendidikan minimal hingga SMA,” tegasnya.
Selain itu, masyarakat juga diajak berpartisipasi dalam program “Probolinggo Kota Bersolek” yang berfokus pada kebersihan lingkungan, penataan kawasan serta pemanfaatan pekarangan untuk kegiatan produktif.
“Pembangunan tidak bisa berjalan sendiri. Kunci utamanya adalah kebersamaan dan partisipasi masyarakat. LKK harus menjadi penggerak gotong royong,” tambahnya.
Sementara Ketua Pokmas Janur Kuning Rikuh Legowo menjelaskan kegiatan ini diikuti 125 pengurus LKK, mulai dari RT, RW, LPM, Karang Taruna, PKK hingga kelompok disabilitas.
“Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kapasitas dan kinerja LKK agar mampu mendukung program keluarga berkualitas menuju Indonesia Emas 2045,” ungkapnya.
Melalui penguatan peran LKK, diharapkan pembangunan berbasis keluarga di Kota Probolinggo semakin optimal serta mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan. (mel/fas)
