Musrenbang RKPD 2027, Pemkab Probolinggo Prioritaskan Infrastruktur dan Ekonomi


Kraksaan, Lensaupdate.com - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RKPD Tahun 2027 di Auditorium Madakaripura Kantor Bupati Probolinggo, Kamis (2/4/2026). Forum ini menjadi langkah strategis dalam merumuskan arah pembangunan daerah dengan fokus pada perbaikan infrastruktur dan pemulihan ekonomi.

Kegiatan tersebut dihadiri Bupati Probolinggo dr. Mohammad Haris bersama sejumlah pemangku kepentingan, mulai dari Forkopimda, DPRD, perwakilan pemerintah provinsi hingga unsur dunia usaha, akademisi dan masyarakat.

Dalam sambutannya, Bupati Probolinggo dr. Mohammad Haris mengungkapkan bahwa Kabupaten Probolinggo saat ini tengah menghadapi berbagai tantangan, mulai dari tingginya angka kemiskinan hingga dampak bencana alam yang cukup besar terhadap infrastruktur.

“Kita berangkat dari kondisi yang banyak angkanya merah, termasuk kemiskinan yang masih peringkat keempat. Di saat kita ingin tumbuh, justru dihantam bencana yang sangat luar biasa,” ujarnya.

Menurutnya, kerusakan akibat bencana meliputi puluhan jembatan, tembok penahan tanah hingga ratusan rumah warga. Selain itu, sektor pertanian juga terdampak akibat kerusakan infrastruktur pendukung seperti bendungan.

Meski demikian, Bupati Haris tetap optimistis karena sejumlah indikator pembangunan menunjukkan tren positif, seperti peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) serta capaian puluhan penghargaan di berbagai tingkat.

“Kita harus menjaga kepercayaan publik. Tanpa inovasi, kepercayaan masyarakat bisa menurun. Karena itu, pembangunan harus terus kita dorong secara nyata,” tegasnya.

Sementara Ketua DPRD Kabupaten Probolinggo Oka Mahendra Jati Kusuma menegaskan pokok-pokok pikiran (pokir) DPRD menjadi bagian penting dalam perencanaan pembangunan daerah.

“Terdapat sekitar 831 usulan pokir yang dihimpun melalui reses, dengan mayoritas berkaitan dengan infrastruktur seperti jalan dan irigasi,” katanya.

Ia juga menyoroti persoalan lain yang perlu menjadi perhatian, seperti pengelolaan sampah dan rumah tidak layak huni di sejumlah wilayah.

Di sisi lain, Kepala Bapelitbangda Kabupaten Probolinggo Juwono Prasetijo Utomo menjelaskan bahwa Musrenbang RKPD menjadi wadah untuk menghimpun aspirasi masyarakat sekaligus memperkuat sinergi lintas sektor.

“Melalui Musrenbang ini diharapkan tercipta perencanaan pembangunan yang partisipatif, transparan dan akuntabel,” ungkapnya.

Dengan keterlibatan berbagai elemen, Pemkab Probolinggo optimistis dokumen RKPD 2027 akan mampu menghasilkan kebijakan yang tepat sasaran serta berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan masyarakat. (nab/zid)