Banyuanyar, Lensaupdate.com - Sinergi lintas sektor menjadi kunci dalam mendorong peningkatan produktivitas pertanian di Kecamatan Banyuanyar. Hal ini mengemuka dalam kegiatan halal bihalal dan pertemuan rutin Paguyuban Banyuanyar yang digelar di Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Banyuanyar, Rabu (8/4/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri kelompok tani (poktan), gabungan kelompok tani (gapoktan), Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) serta perwakilan dari PT Petrokimia dan POPT Perkebunan BBPPTP Surabaya.
Dalam pertemuan ini, salah satu fokus utama adalah hasil uji tanah sawah menggunakan metode Perangkat Uji Tanah Sawah (PUTS) dari PT Petrokimia. Hasilnya menunjukkan sebagian besar lahan sawah di Kecamatan Banyuanyar memiliki kandungan nitrogen (N) dan fosfor (P) yang tinggi, namun kekurangan kalium (K).
Selain itu, kondisi tanah yang cenderung asam menjadi perhatian serius. Untuk mengatasinya, diperlukan upaya perbaikan melalui penambahan dolomit dan bahan organik guna menyeimbangkan unsur hara tanah.
Koordinator BPP Banyuanyar Inayah Fatmawati menegaskan pentingnya kolaborasi antar pihak dalam mendukung kemajuan sektor pertanian. “Sinergi lintas sektor sangat diperlukan agar petani mampu meningkatkan produktivitas sekaligus menghadapi berbagai tantangan di lapangan,” ujarnya.
Sementara POPT Perkebunan BBPPTP Surabaya Ika Ratmawati mengusulkan pembentukan klinik Pengendalian Hama Terpadu (PHT) di BPP Banyuanyar. Klinik ini diharapkan menjadi pusat konsultasi bagi petani dalam mengatasi persoalan pertanian secara cepat dan tepat.
“Klinik PHT akan menjadi wadah bagi petani untuk berkonsultasi, sekaligus mendapatkan solusi terkait hama dan penerapan pertanian ramah lingkungan,” jelasnya.
Antusiasme petani terlihat tinggi sepanjang kegiatan. Mereka aktif berdiskusi dan menyampaikan berbagai kendala yang dihadapi di lapangan, mulai dari kondisi tanah hingga serangan hama.
Ketua Paguyuban Banyuanyar Edi Suprayitno menyampaikan bahwa forum rutin seperti ini akan terus dimanfaatkan sebagai sarana berbagi informasi dan solusi antar petani.
“Melalui komunikasi yang baik dan dukungan berbagai pihak, kami optimistis pertanian di Kecamatan Banyuanyar akan semakin maju dan mampu memberikan kontribusi nyata terhadap ketahanan pangan daerah,” pungkasnya. (ren/zid)
