Pemkab Probolinggo Dorong Sistem Data Real Time Perkuat Penanganan Bencana


Probolinggo, Lensaupdate.com - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo terus memperkuat penanganan bencana melalui percepatan progres di lapangan serta penerapan sistem data berbasis real time. Hal tersebut mengemuka dalam rapat koordinasi (rakor) siaga bencana yang digelar secara daring, Rabu (25/3/2026).

Rakor dipimpin langsung oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Probolinggo Ugas Irwanto dan diikuti seluruh Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) serta camat di lingkungan Pemkab Probolinggo.

Dalam arahannya, Sekda Ugas menyampaikan penanganan dampak bencana masih membutuhkan dukungan anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT) serta percepatan penyelesaian di sejumlah titik yang progresnya belum merata.

“Kita masih membutuhkan anggaran BTT karena penanganan belum semuanya tuntas. Ada yang sudah 100 persen, tetapi ada juga yang masih 90 persen, 70 persen bahkan 0 persen dan masih dalam proses pengusulan,” ujarnya.

Menurutnya, perbedaan progres tersebut harus segera ditindaklanjuti agar seluruh penanganan dapat diselesaikan secara menyeluruh dalam waktu yang tidak terlalu lama.

Selain itu, Sekda Ugas menekankan pentingnya payung hukum melalui Peraturan Bupati untuk memperpanjang status tanggap darurat sebagai dasar pelaksanaan penanganan lanjutan.

“Ke depan kita masih perlu payung hukum untuk perpanjangan status tanggap darurat melalui Peraturan Bupati agar menjadi dasar kuat dalam melaksanakan penanganan lanjutan,” jelasnya.

Ia juga menyoroti pentingnya penerapan sistem data real time guna memantau perkembangan penanganan bencana secara akurat dan berkelanjutan.

“Dengan data real time, kita bisa melihat sejauh mana perkembangan penanganan, apakah responsif atau tidak. Ini juga memudahkan pelaporan, verifikasi, koordinasi hingga pengambilan keputusan secara cepat dan tepat,” tegasnya.

Lebih lanjut Sekda Ugas menegaskan, sistem data terintegrasi dinilai mampu membantu penghimpunan informasi bantuan dari berbagai pihak, mulai pemerintah, dunia usaha melalui CSR hingga relawan.

“Seringkali kita kesulitan saat diminta data terbaru karena data awal tidak terintegrasi dengan pembaruan. Dengan sistem real time, semua akan terpantau dan tidak ada data yang terlewat,” tambahnya.

Dalam kesempatan tersebut, Sekda Ugas juga mendorong penguatan kolaborasi lintas sektor agar penanganan bencana berjalan lebih efektif.

“Kita tidak bisa mengandalkan pemerintah daerah sendiri. Harus ada sinergi dengan pemerintah provinsi, dunia usaha, akademisi, relawan hingga masyarakat,” ungkapnya.

Ia pun meminta para camat dan tim siaga bencana di wilayah untuk tetap aktif melakukan pemantauan serta respons cepat terhadap potensi bencana.

“Saya minta camat dan tim siaga bencana tetap aktif memantau wilayah dan bergerak cepat. Koordinasi harus terus dilakukan agar setiap kejadian bisa segera ditangani,” lanjutnya.

Sekda Ugas turut menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berperan aktif dalam penanganan bencana di Kabupaten Probolinggo.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak, mulai dari camat, TNI/Polri, relawan hingga masyarakat yang telah membantu. Sinergi ini harus terus kita jaga agar daerah kita tetap tangguh menghadapi bencana,” pungkasnya. (nab/zid)