Kraksaan, Lensaupdate.com - Rute legendaris Jalan Raya Pos kembali hidup. Di hari terakhir Road Show Route Daendels Java La Grande HGL Overland 2026, Kabupaten Probolinggo menjadi titik persinggahan yang mencuri perhatian para petualang overland, Sabtu (7/2/2026). Disambut langsung Bupati Probolinggo dr. Mohammad Haris di Alun-alun Kraksaan, rombongan HGL Overland dibuat terkesima oleh potensi alam, budaya dan wisata petualangan yang dimiliki Probolinggo.
Rombongan yang sebelumnya bermalam dan berkemah di destinasi wisata Air Terjun Madakaripura Kecamatan Lumbang, tiba sekitar siang hari. Sebanyak 30 unit kendaraan overland berbagai merek ternama, lengkap dengan asesoris camper van, terparkir rapi di kawasan parkir utama Alun-alun Barat Kraksaan dan menarik perhatian warga sekitar.
Meski mayoritas anggotanya merupakan para pensiunan, semangat petualangan tetap terpancar jelas. Di antara rombongan tampak Irjen Pol (Purn) Pudji Hartanto, mantan Kapolda Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat serta Ketua HGL Overland yang dikenal eksentrik, Om Hauwke Setjodiningrat.
Kedatangan rombongan HGL Overland tersebut disambut langsung oleh Bupati Probolinggo dr. Mohammad Haris yang hadir bersama istri tercinta Ketua TP PKK Kabupaten Probolinggo Ning Marisa Juwitasari Moh Haris, SE., MM. serta Kapolres Probolinggo AKBP M. Wahyudin Latif. Turut mendampingi pula Sekretaris Daerah Kabupaten Probolinggo Ugas Irwanto beserta sejumlah pejabat OPD terkait.
Suasana penyambutan berlangsung hangat dan kental nuansa budaya lokal. Rombongan disuguhi seni tari khas Kasbupaten Probolinggo Tari Kembang Genggong, sebagai bentuk penghormatan sekaligus pengenalan kekayaan budaya daerah. Acara kemudian ditandai dengan tukar cinderamata, sebelum ditutup dengan sesi foto bersama sebagai simbol kebersamaan di ujung perjalanan napak tilas sejarah.
Dalam sambutannya, Om Hauwke Setjodiningrat menyampaikan kekagumannya terhadap potensi alam Kabupaten Probolinggo. Menurutnya, daerah ini merupakan surga wisata alam yang sangat mendukung pengembangan wisata petualangan dan harus mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat, terutama pelaku UMKM.
“Alam Probolinggo ini luar biasa. Potensi sebesar ini harus benar-benar bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ujarnya.
Selain potensi alam, Om Hauwke juga menyoroti kuatnya nilai historis Probolinggo yang berkaitan erat dengan sejarah Majapahit dan Blambangan. Ia menyebut kawasan ini sebagai tanah yang sakral dan sarat jejak para tokoh penting masa lalu.
“Kalau situs-situs kuno, candi dan arca tidak dirawat, kita bisa kehilangan kekayaan wisata budaya. Contohnya di kawasan Air Terjun Madakaripura, sebaiknya tetap dijaga kealamiannya tanpa bangunan permanen karena rawan longsor dan memiliki nilai sakral,” tegasnya.
Sementara Bupati Probolinggo dr. Mohammad Haris menjelaskan bahwa kawasan wisata Madakaripura saat ini masih dalam proses penataan. Ia menyebut sebagian lahan merupakan milik Perhutani dan Pemerintah Provinsi Jawa Timur yang tengah berproses agar ke depan destinasi tersebut bisa kembali dibuka.
“Mudah-mudahan satu sampai dua bulan ke depan Madakaripura sudah bisa dibuka kembali. Kami sangat concern karena banyak situs penting yang harus dijaga,” ujarnya.
Bupati Haris menambahkan, Pemerintah Kabupaten Probolinggo terus mendorong peningkatan kualitas destinasi wisata lainnya. Bahkan ke depan, pihaknya berencana mengundang para pegiat overland untuk menjelajah lebih dalam wilayah Probolinggo.
“Kami punya tujuh air terjun, tujuh danau vulkanik yang eksotis, bentang alam pegunungan serta garis pantai yang tak kalah menarik. Sangat cocok untuk wisata petualangan camper van,” tambahnya.
Sebagai informasi, pada hari ke-10 ini rombongan HGL Overland akan menuntaskan Road Show Route Daendels Java La Grande hingga Panarukan, Situbondo yang dikenal sebagai kilometer 1.000 hingga 1.100 dari titik awal perjalanan di Anyer, menutup napak tilas bersejarah Jalan Raya Pos peninggalan Herman Willem Daendels. (mie/zxid)