Ning Marisa Resmi Dikukuhkan sebagai Ibunda Guru Kabupaten Probolinggo 2025–2030


Probolinggo, Lensaupdate.com - Ning Marisa Juwitasari Moh. Haris, SE., MM. resmi dikukuhkan sebagai Ibunda Guru Kabupaten Probolinggo Masa Bhakti XXIII Tahun 2025–2030 oleh Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Provinsi Jawa Timur. Prosesi pengukuhan berlangsung khidmat di Pendopo Prasaja Ngesti Wibawa, Senin (16/2/2026).

Pengukuhan dilakukan oleh Wakil Ketua I PGRI Provinsi Jawa Timur Siswadji dengan pemasangan selempang Ibunda Guru kepada Ning Marisa sebagai simbol amanah dan tanggung jawab baru dalam mendukung perjuangan para guru di Kabupaten Probolinggo

Kegiatan tersebut dihadiri Bupati Probolinggo dr. Mohammad Haris, anggota Komisi IV DPRD Umil Sulistyoningsih, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Hary Tjahjono, Kemenag Kabupaten Probolinggo serta organisasi perempuan di lingkungan Kabupaten Probolinggo.

Sebelumnya, Ketua PGRI Kabupaten Probolinggo Asim juga mengukuhkan 34 pengurus perangkat kelengkapan organisasi PGRI Masa Bhakti 2025–2030. Prosesi simbolis diwakili enam ketua perangkat kelengkapan organisasi, sedangkan penandatanganan Pakta Integritas diwakili Ketua Dewan Pakar PGRI Kabupaten Probolinggo Edi Santoso.

Bupati Probolinggo dr. Mohammad Haris menegaskan pengukuhan Ibunda Guru bukan sekadar seremoni, melainkan penguatan komitmen bersama dalam memajukan pendidikan daerah.

“Pemerintah daerah berkomitmen memperkuat kolaborasi bersama PGRI dalam membangun ekosistem pendidikan yang lebih baik, solid dan berorientasi pada pelayanan terbaik bagi peserta didik,” ujarnya.

Ia juga berpesan agar para guru terus meningkatkan kualitas dalam mendidik generasi muda, khususnya menghadapi tantangan perkembangan zaman dan karakter generasi alfa.

Sementara Wakil Ketua I PGRI Provinsi Jawa Timur Siswadji menekankan pentingnya profesionalisme dan dedikasi guru dalam menjalankan tugas mulia mendidik generasi bangsa.

Melalui pengukuhan ini, diharapkan peran Ibunda Guru dan seluruh perangkat organisasi PGRI Kabupaten Probolinggo semakin memperkuat solidaritas serta mendorong terwujudnya pendidikan yang berkualitas dan berdaya saing. (mel/fas)