Kraksaan, Lensaupdate.com - Baznas Kabupaten Probolinggo melakukan investigasi langsung terhadap kondisi keluarga bayi berusia 9 bulan yang sempat terlantar saat menjalani perawatan medis di Malaysia, menyusul keprihatinan terhadap kondisi ekonomi dan tempat tinggal keluarga di Kelurahan Patokan Kecamatan Kraksaan, Rabu (4/2/2026).
Bayi berinisial SA sebelumnya menjadi perhatian publik setelah diketahui sempat tidak memiliki pendamping keluarga saat dirawat di Rumah Sakit Johor, Malaysia. Proses pemulangan bayi tersebut ke Indonesia difasilitasi oleh Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Johor Malaysia, sebelum akhirnya kembali ke keluarga besarnya di Kabupaten Probolinggo.
Investigasi dipimpin langsung oleh Ketua Baznas Kabupaten Probolinggo H. Ahmad Muzammil bersama Komisioner Baznas Ustadz Fadhol dan Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) Kraksaan Maidi. Tim turun langsung untuk memastikan kondisi riil keluarga dari aspek ekonomi, tempat tinggal hingga kebutuhan dasar anak. Hasil peninjauan menunjukkan keluarga bayi SA masuk dalam kategori asnaf fakir.
Dalam kesempatan tersebut, Baznas juga menyerahkan bantuan paket sembako yang diserahkan Ketua Baznas Kabupaten Probolinggo H. Ahmad Muzammil. Bantuan inipun disambut dengan haru oleh Sumiati
Ketua Baznas Kabupaten Probolinggo H. Ahmad Muzammil mengatakan investigasi dilakukan bersama jajaran komisioner Baznas untuk memastikan kondisi riil keluarga, baik dari sisi ekonomi maupun tempat tinggal.
“Setelah kami turun langsung ke lapangan bersama komisioner, kami melihat kondisi keluarga ini memang sangat memprihatinkan. Dari sisi ekonomi sudah masuk kategori fakir, bukan lagi miskin,” ujarnya.
Muzammil menjelaskan, bayi tersebut saat ini tinggal bersama kakek dan neneknya di rumah yang kondisinya sudah tidak layak huni. Atap rumah rusak parah dan bocor saat hujan, sementara kondisi dapur dan kamar mandi juga jauh dari standar kesehatan. “Kalau melihat kondisi rumahnya, atap sudah sangat buruk, dapur dan kamar mandinya juga sudah tidak layak. Ini tentu menjadi perhatian serius bagi Baznas,” tegasnya.
Selain kondisi tempat tinggal, Baznas juga menaruh perhatian terhadap kebutuhan gizi bayi. Mengingat bayi tersebut masih memiliki riwayat penyakit paru-paru, Baznas akan memfasilitasi kebutuhan susu sesuai rekomendasi medis dari Puskesmas Kraksaan atau Dinas Kesehatan.
“Kami tidak berani langsung membelikan susu tanpa petunjuk tenaga kesehatan. Jika memang dari Puskesmas Kraksaan atau Dinas Kesehatan tidak tersedia, maka Baznas akan mengambil alih pembelian susu agar gizi dan protein anak tetap terjaga,” jelasnya.
Sebagai bentuk tindak lanjut, Baznas Kabupaten Probolinggo memastikan akan merehabilitasi rumah keluarga tersebut melalui Program Rumah Layak Hunian Baznas (RLHB).
“Insya Allah rumah ini akan kami rehab melalui Program Rumah Layak Hunian Baznas, mengingat kondisinya memang sudah tidak layak dan masuk kategori asnaf fakir,” lanjutnya.
Muzammil berharap, program rehabilitasi rumah tersebut dapat membawa perubahan positif, terutama dalam meningkatkan kesehatan dan kualitas hidup keluarga. “Mudah-mudahan dengan adanya rehab ini bisa membawa perbaikan, khususnya dari sisi kesehatan. Kalau ini tidak segera kita bantu, dampaknya bisa lebih luas. Dapur dan kamar mandi pun kondisinya sangat memprihatinkan,” tambahnya.
Sementara TKSK Kraksaan Maidi mengapresiasi langkah cepat Baznas Kabupaten Probolinggo yang telah turun langsung membantu klien yang selama ini ia dampingi. “Kami sangat mengapresiasi kehadiran Baznas yang ikut andil memberikan bantuan. Semoga sinergi ini terus terjalin untuk membantu masyarakat yang membutuhkan,” ujarnya.
Sementara Sumiati, nenek dari bayi SA menyampaikan rasa terima kasih atas perhatian dan bantuan yang diberikan. “Saya mengucapkan terima kasih kepada Baznas dan seluruh pihak. Bantuan ini sangat berarti bagi keberlangsungan hidup cucu kami,” ungkapnya. (nab/zid)