Dringu, Lensaupdate.com - Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Penyelenggaraan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) Kabupaten Probolinggo menggelar rapat koordinasi evaluasi pelaksanaan MBG tahun 2025 sekaligus mematangkan strategi pelaksanaan program tahun 2026. Langkah ini dilakukan untuk meminimalisasi potensi kendala dalam implementasi program prioritas nasional tersebut.
Rapat koordinasi berlangsung pada Rabu (28/1/2026) di ruang pertemuan DP3AP2KB Kabupaten Probolinggo dan dihadiri jajaran pimpinan daerah serta seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang tergabung dalam Satgas MBG.
Hadir dalam kegiatan tersebut Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Probolinggo Ugas Irwanto selaku Ketua Satgas MBG, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Yahyadi selaku Sekretaris Satgas, Asisten Perekonomian dan Pembangunan M. Sjaiful Efendi sebagai Wakil Ketua Satgas, Kepala Dinas Kesehatan dr. Hariawan Dwi Tamtomo selaku Wakil Sekretaris serta kepala OPD terkait lainnya.
Wakil Ketua Satgas MBG Kabupaten Probolinggo M. Sjaiful Efendi menyampaikan Satgas telah melakukan monitoring terhadap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang tersebar di wilayah Kabupaten Probolinggo dan sejumlah hasil evaluasi telah teridentifikasi.
“Kegiatan monitoring sudah kami lakukan dan hasilnya telah kami petakan. Dengan adanya Satgas ini, kami berharap pelaksanaan MBG bisa berjalan lebih tertib, terkoordinasi dan tidak menimbulkan persoalan di kemudian hari,” ujarnya.
Sjaiful mengungkapkan adanya kebijakan terbaru dari Badan Gizi Nasional Republik Indonesia melalui SK Nomor 401.1 Tahun 2025 tentang Petunjuk Teknis Tata Kelola Penyelenggaraan Program MBG Tahun Anggaran 2026. Salah satu poin penting dalam regulasi tersebut adalah perluasan sasaran penerima manfaat.
“Mulai tahun 2026, sasaran MBG tidak hanya anak sekolah, tetapi juga mencakup ibu hamil, ibu menyusui dan balita. Untuk itu, koordinasi lintas sektor menjadi sangat penting, khususnya melalui DP3AP2KB dan Tim Pendamping Keluarga agar data penerima benar-benar valid dan tepat sasaran,” jelasnya.
Sementara Sekretaris Satgas MBG Kabupaten Probolinggo Yahyadi memaparkan sejumlah temuan hasil monitoring dan evaluasi pelaksanaan MBG tahap pertama dan kedua. Beberapa permasalahan masih ditemukan di lapangan, terutama terkait standar operasional.
“Masih ada SPPG yang jumlah dan penempatan personelnya belum sesuai SOP, belum menerapkan sistem HACCP serta belum memiliki sertifikat halal,” ungkapnya.
Selain itu, ia menyebutkan sebagian pemasok bahan pangan segar belum mengantongi izin edar Pangan Segar Asal Tumbuhan (PSAT) selain beras. Ditemukan pula SPPG yang belum sepenuhnya menerapkan 10 SOP, belum memiliki mekanisme rujukan bila terjadi kasus keracunan serta belum optimal dalam pelaksanaan monitoring dan evaluasi saat makanan diterima oleh penerima manfaat.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Probolinggo dr. Hariawan Dwi Tamtomo menambahkan saat ini terdapat 66 SPPG yang telah beroperasi dan 10 SPPG yang belum beroperasional. Seluruhnya perlu mendapatkan perhatian serius.
“Baik yang sudah berjalan maupun yang belum, semuanya perlu dievaluasi secara mendalam, khususnya terkait aspek ketenagaan. Banyak temuan yang berpotensi menimbulkan risiko jika tidak segera dibenahi,” tegasnya.
Ia menekankan pentingnya konsistensi dalam penerapan SOP agar program MBG benar-benar aman dan memberikan manfaat optimal bagi masyarakat.
Sedangkan Ketua Satgas MBG Kabupaten Probolinggo Ugas Irwanto menegaskan keberhasilan program MBG sangat bergantung pada kepatuhan setiap SPPG terhadap tugas dan kewajiban masing-masing.
“Jika seluruh SPPG menjalankan perannya sesuai aturan, saya yakin tidak akan muncul persoalan. Sasaran MBG ini sangat luas, sehingga sosialisasi menjadi kunci utama keberhasilan,” katanya.
Ugas menambahkan bahwa program MBG merupakan bagian dari tugas mulia dalam mendukung program nasional Presiden Republik Indonesia. “Mari kita perbaiki semua hasil evaluasi ini demi keberhasilan program nasional. Dengan niat baik dan kerja bersama, masyarakat Kabupaten Probolinggo dapat terlayani dengan lebih optimal,” pungkasnya. (mel/fas)
