Rangkul DP3AP2KB dan Diperta, TP PKK Kabupaten Probolinggo Dorong Desa Bebas Stunting


Krejengan, Lensaupdate.com - Upaya menurunkan angka stunting di Kabupaten Probolinggo terus digalakkan secara sinergis. Terbaru, Tim Penggerak PKK Kabupaten Probolinggo menggandeng Dinas Pertanian (Diperta) dan Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) dalam sebuah gerakan terpadu di Desa Kedungcaluk Kecamatan Krejengan, Selasa (5/8/2025).

Kegiatan ini menjadi bukti konkret kolaborasi lintas sektor dalam percepatan penanganan stunting di tingkat desa. Kunjungan dipimpin langsung oleh Ketua TP PKK Kabupaten Probolinggo Ning Marisa Juwitasari Moh Haris, SE, yang sekaligus memberikan edukasi kepada para ibu dan masyarakat terkait pentingnya peran perempuan dalam membentuk generasi sehat dan berkualitas.

“Perempuan bukan hanya tiang negara, tapi juga sekolah pertama bagi anak-anaknya. Maka ibu harus sehat fisik dan mentalnya agar bisa mencetak anak-anak yang hebat,” ujar Ning Marisa.

Dalam kunjungannya, Ning Marisa menyambangi Sekolah Orang Tua Hebat (SOTH) 2 yang digagas Kelompok Bina Keluarga Balita (BKB) EMAS Desa Kedungcaluk. Tidak hanya berdialog dengan para orang tua, namun juga menyapa dan bermain bersama anak-anak PAUD sebagai wujud kepedulian terhadap perkembangan anak usia dini.

Didampingi Sekretaris I TP PKK Kabupaten Probolinggo Rita Erik Ugas Irwanto, rombongan juga meninjau praktik lapangan bersama Kepala Diperta Arif Kurniadi, Kepala DP3AP2KB Hudan Syarifudin, Camat Krejengan Bambang Heriwahjudi, Kepala Desa Kedungcaluk serta kader desa dan tokoh masyarakat.

Kegiatan ini diikuti oleh ibu menyusui, calon pengantin hingga ibu dengan balita. Mereka menerima materi edukatif seputar pola pengasuhan anak, pentingnya 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), pemenuhan gizi keluarga serta tips memanfaatkan pekarangan rumah sebagai sumber pangan sehat.

“Melalui kegiatan ini kami ingin ibu-ibu memiliki pengetahuan praktis, mulai dari pola makan hingga cara menanam sayur di pekarangan sendiri,” kata Kepala DP3AP2KB, Kabupaten Probolinggo Hudan Syarifudin.

Salah satu kegiatan yang menarik perhatian adalah panen sayur dan buah dari kebun edukasi desa, pembagian bibit tanaman, pupuk hingga pelatihan pembuatan media tanam. Langkah ini dinilai sangat relevan untuk membangun kemandirian pangan yang berbasis keluarga.

Kepala Diperta Kabupaten Probolinggo Arif Kurniadi menyampaikan meski dengan lahan terbatas, masyarakat tetap bisa menghasilkan bahan pangan sendiri. “Ini langkah nyata dari keluarga untuk melawan stunting, mulai dari dapur sendiri,” ujarnya.

Data BKKBN mencatat bahwa stunting masih disebabkan oleh kurangnya pengetahuan keluarga tentang gizi. Karena itu, pendekatan berbasis edukasi dan pemberdayaan langsung di desa dinilai sebagai solusi jangka panjang.

“Kami ingin gerakan ini berlanjut, tidak hanya sebagai kegiatan seremonial, tapi menjadi kebiasaan hidup sehat dari rumah,” pungkas Ning Marisa. (nab/zid)