Gending, Lensaupdate.com - Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Probolinggo berkolaborasi dengan Kelompok Kerja (Pokja) 1 TP PKK Kabupaten Probolinggo menggelar pembinaan revitalisasi Karang Werda di Pantai Klasik Desa Klaseman Kecamatan Gending, Kamis (24/7/2025).
Kegiatan yang diawali dengan senam bersama lansia ini diikuti oleh 25 orang lansia, 15 orang kader lansia serta 15 orang kader PKK Kecamatan Gending dan Desa Klaseman Kecamatan Gending serta Pokja 1 TP PKK Kabupaten Probolinggo. Serta Tim Percepatan Pembangunan Daerah (TP2D) Kabupaten Probolinggo. Selain itu ada pelayanan cek kesehatan oleh Puskesmas Gending.
Pembinaan revitalisasi Karang Werda ini dihadiri narasumber Ketua III Bidang Penguatan Ketahanan Keluarga TP PKK Kabupaten Probolinggo Ning Umi Haniah Fahmi AHZ dengan materi memahami lansia, potensi lansia dan dimensi lansia tangguh, Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan SDM Kabupaten Probolinggo Saniwar dengan materi sosialisasi Karang Werda dan Kepala Dinsos Kabupaten Probolinggo Rachmad Hidayanto dengan materi kebijakan Dinsos dalam rehabilitasi lanjut usia.
Kepala Dinsos Kabupaten Probolinggo Rachmad Hidayanto menyampaikan seiring dengan meningkatnya usia harapan hidup, jumlah penduduk lanjut usia (lansia) di Indonesia terus berkembang. Fenomena ini membawa dampak positif dan tantangan tersendiri bagi pembangunan sosial dan ekonomi.
“Menurut data terbaru, Indonesia sejak 2021 telah memasuki fase ageing population, di mana sekitar satu dari sepuluh penduduknya adalah lansia. Oleh karena itu perlu dilakukan penguatan program rehabilitasi sosial untuk lansia guna menghadapi berbagai permasalahan sosial yang muncul,” ujarnya.
Rachmad menjelaskan meskipun fenomena ageing population berpotensi menjadi bonus demografi kedua, di mana proporsi lansia yang semakin banyak bisa mendatangkan keuntungan ekonomi jika mereka masih produktif, ada juga sisi lain yang perlu diwaspadai.
“Lansia yang tidak produktif atau tergolong rentan, justru dapat menjadi tantangan besar dalam pembangunan sosial. Oleh karena itu, perlu ada kebijakan yang memadai untuk mendukung kualitas hidup mereka,” jelasnya.
Menurut Rachmad, salah satu upaya yang harus dilakukan adalah memperkenalkan standar rehabilitasi sosial bagi lansia, terutama bagi mereka yang berada dalam kondisi telantar atau mengalami gangguan fisik maupun sosial.
“Rehabilitasi sosial bertujuan untuk membantu lansia dalam memulihkan dan mengembangkan fungsi sosial mereka. Ini mencakup kemampuan lansia dalam menjalankan peran sosialnya, memenuhi kebutuhan hidupnya serta mengatasi permasalahan yang muncul seiring dengan usia tua,” lanjutnya.
Rachmad menambahkan rehabilitasi sosial bertujuan untuk memberikan mereka keterampilan, dukungan psikososial serta kesempatan untuk mengaktualisasikan diri di usia senja.
“Program ini dirancang untuk mereka yang membutuhkan perhatian khusus, seperti lansia yang tidak bisa memenuhi kebutuhan dasar atau yang mengalami gangguan fisik yang membuat mereka bergantung pada orang lain,” tegasnya.
Sementara Ketua III Bidang Penguatan Ketahanan Keluarga TP PKK Kabupaten Probolinggo Ning Umi Haniah Fahmi AHZ mengungkapkan proses penuaan adalah hal yang pasti dialami setiap orang. Namun, bagaimana seseorang menjalani masa tuanya sangat dipengaruhi oleh banyak faktor, baik fisik, psikologis maupun sosial. “Meskipun penuaan adalah proses alami, penting bagi masyarakat untuk mempersiapkan diri agar lansia tetap hidup sehat dan sejahtera,” ungkapnya.
Menurut Ning Hani, pemberdayaan lansia menjadi kunci penting dalam memastikan mereka menjalani masa tua dengan kualitas hidup yang baik. “Lansia yang sehat secara fisik, emosional dan spiritual akan lebih mampu beradaptasi dengan perubahan yang terjadi dalam tubuh mereka,” tambahnya.
Ning Hani mengingatkan pentingnya peran keluarga dalam mendukung lansia. Keluarga harus memastikan kebutuhan fisik, psikologis dan spiritual lansia terpenuhi dengan baik. “Selain itu, masyarakat juga perlu lebih proaktif dengan menginisiasi kegiatan untuk lansia, seperti senam, pengajian dan posyandu lansia yang membantu mereka tetap aktif dan terhubung dengan lingkungan sekitar,” tegasnya.
Untuk mengurangi efek penuaan, Ning Hani menyarankan lansia untuk mengonsumsi makanan bernutrisi, rutin berolahraga, cukup tidur dan mengelola stres dengan baik. “Kebiasaan hidup sehat ini sangat penting untuk mempertahankan kualitas hidup lansia. Dengan pemberdayaan yang tepat, diharapkan lansia di Kabupaten Probolinggo dapat menjalani masa tua yang lebih sejahtera, sehat dan produktif,” terangnya.
Sedangkan Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan SDM Kabupaten Probolinggo Saniwar menilai keberadaan Karang Werda (KW) sebagai wadah kelanjutusiaan sangat strategis dalam meningkatkan kesejahteraan lansia di tingkat desa dan kelurahan.
“Karang Werda bukan organisasi operasional, tapi fungsinya sangat penting sebagai koordinator kegiatan dan layanan bagi lansia. Ia menjadi mitra pemerintah desa dalam menyinergikan semua aktivitas LKS Lansia,” ungkapnya.
Saniwar menambahkan pembentukan KW di tingkat desa/kecamatan telah diatur dalam Pergub Jatim Nomor 31 Tahun 2017 sebagai penyempurnaan dari aturan sebelumnya. Inisiatif pembentukan KW harus datang dari masyarakat, terutama lansia aktif yang tergabung dalam Posyandu Lansia dan LKS Lansia.
“Karang Werda berfungsi sebagai penggerak, bukan pelaksana langsung. Justru akan lebih efektif jika pengurusnya berasal dari generasi muda atau pra lansia agar lebih energik dan berkelanjutan,” pungkasnya. (nab/zid)