Kraksaan, Lensaupdate.com – Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC PMII) Probolinggo masa khidmat 2025–2026 resmi dilantik di Auditorium Madakaripura Kantor Bupati Probolinggo, Minggu (20/7/2025).
Pelantikan ini menjadi momentum penting dalam konsolidasi gerakan kader muda Nahdlatul Ulama yang berkomitmen menjaga nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah dan Pancasila.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh Staf Ahli Bupati Probolinggo Bidang Hukum, Pemerintahan dan Pembangunan A’at Kardono, Kapolres Probolinggo AKBP M. Wahyudin Latif, sejumlah anggota DPRD, serta pejabat dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Probolinggo.
Turut hadir pula Ketua Mabincab PMII Probolinggo Abu Amar, Ketua IKA PMII Ahmad Faiz, Ketua PKC PMII Jawa Timur Baijuri serta Mohammad Lutfi dari Pengurus Besar (PB) PMII yang memimpin langsung prosesi pelantikan.
Dalam struktur baru ini, Dedi Bayuangga menjabat sebagai Ketua Umum PC PMII Probolinggo. Sedangkan Arina Rosada memimpin sebagai Ketua Kopri.
Ketua Umum PC PMII Probolinggo Dedi Bayuangga menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung proses pelantikan. PC PMII Probolinggo akan terus bergerak aktif di dua wilayah administratif yakni Kabupaten dan Kota Probolinggo dengan tetap mengedepankan nilai-nilai keislaman moderat.
“Ke depan, PMII akan memperkuat sinergi bersama pemerintah daerah serta membangun kader unggul yang siap mengisi ruang strategis di berbagai sektor mulai politik, wirausaha dan profesional,” ujarnya.
Dedi menegaskan pentingnya PMII sebagai rumah besar kaderisasi yang tidak hanya fokus pada struktur organisasi, tetapi juga pada pengembangan kapasitas, karakter dan keahlian personal.
"Kami ingin kader PMII tidak hanya eksis dalam forum-forum diskusi, tapi juga mampu menciptakan solusi, berdaya saing dan berkontribusi untuk daerah,” imbuhnya.
Perwakilan PB PMII Mohammad Lutfi menyoroti pentingnya pembenahan database kader secara nasional. Ia menargetkan pada awal tahun 2026, sistem pendataan kader PMII se-Indonesia harus rampung sebagai syarat utama keabsahan struktural.
“Database kader akan menjadi fondasi kuat untuk menyusun program dan kebijakan organisasi. Ketertiban administrasi adalah awal dari kemajuan organisasi,” tegasnya.
Lutfi menyinggung bahwa PMII Jawa Timur selama ini menjadi barometer nasional dalam hal dinamika dan kualitas kader. "Banyak kader PMII Jatim kini telah berkiprah di berbagai sektor strategis. Kualitas itu harus terus dijaga dan diwariskan ke generasi berikutnya,” lanjutnya.
Sementara Staf Ahli Bupati Probolinggo Bidang Hukum, Pemerintahan dan Pembangunan A’at Kardono menyampaikan apresiasi atas pelantikan tersebut. Harapannya PMII dapat menjadi mitra strategis pemerintah, terutama dalam mengawal isu-isu seperti pembangunan infrastruktur, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) dan penanggulangan kemiskinan.
“Bapak Bupati telah meluncurkan tiga satgas utama meliputi Satgas Infrastruktur, Satgas IPM dan Satgas Kemiskinan. Kami berharap PMII dapat ambil bagian aktif dalam program-program tersebut,” katanya.
A'at mengingatkan data statistik tidak selalu mencerminkan realita di lapangan. "Kolaborasi PMII sebagai bagian dari kekuatan masyarakat sipil sangat diperlukan untuk memberi perspektif alternatif yang konstruktif," terangnya.
Lebih lanjut A'at mengungkapkan bahwa dirinya merupakan kader PMII sejak tahun 1992. “Saya pribadi sangat terinspirasi dengan semangat PMII. Semoga semangat ini tetap berkobar untuk mendukung kemajuan daerah,” kenangnya.
Sedangkan Kapolres Probolinggo AKBP M. Wahyudin Latif turut menyampaikan apresiasi atas dilantiknya pengurus baru dengan harapan agar PMII dapat terus bersinergi secara harmonis dengan TNI-Polri dan Pemerintah Daerah.
“Kami siap mendukung setiap langkah positif PMII. Semoga para pengurus mampu menjadi agen perubahan yang menghadirkan kontribusi nyata untuk masyarakat,” ucapnya.
Kapolres Latif juga menggarisbawahi pentingnya peran mahasiswa dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas).
“Kader PMII diharapkan bisa tampil sebagai pemimpin masa depan yang tidak hanya kritis, tapi juga solutif dan kolaboratif,” pungkasnya. (nab/zid)