Sukapura, Lensaupdate.com – Dalam rangka meningkatkan kesadaran lingkungan dan mendukung program pengelolaan sampah berkelanjutan, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Probolinggo bekerja sama dengan TP PKK Kecamatan Sukapura menggelar pelatihan pendauran ulang sampah dan pembuatan Eco-Enzyme, Jum’at (18/7/2025) di Pendopo Kecamatan Sukapura.
Kegiatan ini diikuti oleh jajaran pengurus TP PKK Kabupaten Probolinggo, TP PKK Kecamatan dan desa se-Kecamatan Sukapura serta Muslimat NU. Hadir sebagai narasumber sekaligus tokoh perempuan inspiratif adalah Ning Umi Haniah Fahmi AHZ selaku Ketua III Bidang Penguatan Ketahanan Keluarga TP PKK Kabupaten Probolinggo.
Turut hadir Ketua TP PKK Kecamatan Sukapura Lita Saiful Hidayat serta tim dari PT POMI Paiton Energy dan PT ISS Paiton yang memberikan pelatihan teknis tentang daur ulang sampah berbasis rumah tangga.
Dalam kegiatan ini, para peserta tidak hanya mendapatkan teori, tetapi juga praktik langsung membuat Eco-Enzyme yakni cairan hasil fermentasi sampah organik seperti kulit buah, sayuran, air limbah rumah tangga dan gula.
Eco-Enzyme dikenal memiliki banyak manfaat mulai dari pengganti pembersih kimia, pestisida alami hingga pupuk organik yang ramah lingkungan. Cairan ini dihasilkan dari proses fermentasi selama 90 hari dan dikenal dengan warna coklat serta aroma asam manis yang khas.
“Eco-Enzyme bukan sekadar produk hasil daur ulang. Ini adalah gerakan untuk menyelamatkan lingkungan. Dari rumah, dari dapur, dari hal kecil, kita bisa berdampak besar,” tegas Ning Umi Haniah Fahmi AHZ.
Ning Hani menekankan bahwa Eco-Enzyme bisa menjadi sumber ekonomi alternatif, karena dapat dijual atau digunakan untuk mengurangi pembelian produk-produk pembersih berbahan kimia.
Sementara Ketua TP PKK Kecamatan Sukapura Lita Saiful Hidayat menyampaikan masalah sampah sudah menjadi bagian dari keseharian masyarakat. Karena itu, edukasi dan pelatihan seperti ini sangat penting untuk membangun budaya baru yang lebih ramah lingkungan.
“Kegiatan ini memberi kita bekal ilmu dan keterampilan yang bisa langsung diterapkan. Harapannya, ilmu ini dapat diteruskan kepada masyarakat luas,” ujarnya.
Menurut Lita, keberhasilan pelatihan ini tidak hanya dilihat dari berapa banyak Eco-Enzyme yang diproduksi, tetapi juga seberapa jauh gerakan ini bisa menyebar ke seluruh desa dan RT di Kecamatan Sukapura.
Dukungan nyata dari sektor industri juga hadir dalam pelatihan ini. Nina Ari Wahyuni dari PT POMI Paiton Energy menyampaikan alasan pentingnya mendorong masyarakat untuk membuat Eco-Enzyme.
“Kita harus mengurangi beban TPA (Tempat Pembuangan Akhir) dengan mulai mengelola sampah dari rumah. Eco-Enzyme adalah solusi praktis dan murah yang bisa dilakukan siapa saja,” jelasnya.
Sementara tim dari PT ISS Paiton membimbing langsung proses pembuatan Eco-Enzyme kepada peserta mulai dari pemilihan bahan, pencampuran, proses fermentasi hingga cara penyimpanan yang benar.
Pelatihan ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang DLH Kabupaten Probolinggo untuk mewujudkan masyarakat sadar lingkungan dan mendorong ekonomi sirkular berbasis rumah tangga.
Sampah.yang selama ini dianggap tidak berguna, justru menjadi peluang besar jika dikelola dengan tepat. Terutama bagi ibu-ibu PKK, pelatihan ini membuka mata bahwa menjaga lingkungan bisa dilakukan dengan hal sederhana, seperti mengolah limbah dapur sendiri. (put/zid)