Sukapura, Lensaupdate.com - Pemerintah Kabupaten Probolinggo terus memperkuat komitmen dalam mendukung realisasi ekonomi kerakyatan berbasis desa melalui program Koperasi Merah Putih. Hal ini mengemuka dalam acara Mujadalah Kyai Kampung yang digelar di Atamimi Berghaus Desa Ngadas Kecamatan Sukapura, Jum'at (25/7/2025), yang turut dihadiri Bupati Probolinggo Gus dr. Mohammad Haris.
Forum yang menghadirkan para tokoh nasional dan lokal ini menjadi momen penting untuk menyatukan langkah antara masyarakat desa, pemerintah daerah dan pemerintah pusat dalam membangun kemandirian ekonomi dari bawah.
Dalam acara tersebut hadir pula Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (PDTT) Yandri Susanto, Wakil Menteri Koperasi Ferry Juliantono dan Wakil Ketua Umum MUI KH. Marsudi Syuhud.
Turut hadir juga sejumlah tokoh nasional seperti Peneliti Utama Politik BRIN Siti Zuhro, Peneliti BRIN Nyimas Latifah Letty Aziz, Pakar Komunikasi Politik Effendi Gazali dan Ketua Balitbang Partai Golkar Yuddy Chrisnandi.
Menteri Yandri menekankan pentingnya koperasi desa sebagai solusi konkret untuk pemerataan ekonomi dan pengentasan kemiskinan di tingkat desa. Koperasi merupakan alat efektif dalam mewujudkan Asta Cita ke-6 Presiden RI Prabowo Subianto, yakni membangun dari desa demi Indonesia yang lebih sejahtera.
"Pondasi kuat bangsa ini adalah desa. Kalau kita menelantarkan desa, sejatinya kita menelantarkan Indonesia. Maka melalui koperasi desa ini, Insya Allah bisa kita wujudkan desa emas 2045,” ujar Menteri Yandri.
Enam desa di kawasan Tengger dijadikan pilot project Koperasi Merah Putih yang diharapkan dapat berkembang menjadi pusat ekonomi desa yang mandiri dan berkelanjutan.
Bupati Probolinggo Gus dr. Mohammad Haris dalam sambutannya menyatakan bahwa pemerintah daerah siap mendukung penuh realisasi program strategis nasional ini. Diyakini koperasi desa mampu menjadi instrumen efektif untuk menjawab berbagai persoalan ekonomi masyarakat.
“Kita sudah mendiskusikan teknis operasionalnya. Diskusi ini akan terus berkembang agar tujuan utama Koperasi Merah Putih bisa benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” katanya.
Acara Mujadalah Kyai Kampung ini juga menjadi bentuk sinergi antara tokoh agama, masyarakat adat Tengger dan unsur pemerintah dalam menyusun strategi bersama membangun desa melalui koperasi.
Dengan dukungan penuh dari lintas kementerian dan tokoh nasional, program Koperasi Merah Putih diharapkan menjadi contoh sukses penguatan ekonomi kerakyatan di seluruh Indonesia. Kabupaten Probolinggo sendiri optimis dapat menjadi pionir dalam pengembangan koperasi desa berbasis potensi lokal dan kearifan masyarakat setempat. (mel/fas)