Dringu, Lensaupdate.com - Dalam rangka meningkatkan akurasi dan validitas data pertanian, khususnya komoditas padi, Dinas Pertanian (Diperta) Kabupaten Probolinggo menggelar bimbingan teknis (bimtek) sinkronisasi data luas tanam dan panen padi tahun 2025, Jum'at (18/7/2025). Kegiatan ini berlangsung dengan melibatkan sejumlah pihak terkait dari unsur pemerintah, penyuluh pertanian hingga petani.
Kegiatan bimtek ini dihadiri oleh perwakilan Balai Perakitan dan Modernisasi Pertanian Tanaman Aneka Kacang Bambang Sri Koencoro bersama tim, jajaran internal Diperta Kabupaten Probolinggo, perwakilan penyuluh pertanian lapangan (PPL) se-Kabupaten Probolinggo. Sementara narasumber utama dalam kegiatan ini adalah Lilik Hariyanti dari Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Probolinggo.
Kepala Diperta Kabupaten Probolinggo Arif Kurniadi melalui Plh Kepala Bidang Sarana Penyuluhan dan Pengendalian Pertanian Evi Rosella mengatakan kegiatan ini digelar sebagai bagian dari upaya sistematis untuk menyamakan persepsi dan meningkatkan pemahaman peserta dalam hal sinkronisasi data tanam dan panen padi.
"Langkah ini sangat penting untuk menjawab tantangan dalam peningkatan kualitas data pertanian yang akurat, valid dan terkini. Data yang sinkron sangat krusial bagi penyusunan program pertanian, terutama dalam menentukan arah kebijakan dan dukungan yang dibutuhkan petani di lapangan,” ujarnya.
Evi menegaskan kegiatan ini sekaligus mendorong efisiensi dalam proses pengumpulan, pengolahan hingga analisa data pertanian. Selain itu, bimtek ini juga sejalan dengan semangat transformasi digital di sektor pertanian guna mendukung proses pelaporan secara real time serta pengambilan keputusan yang lebih cepat dan tepat sasaran sebagai upaya meningkatkan produktivitas padi dan kesejahteraan petani.
“Dengan data yang kuat, kami bisa menyusun program yang lebih akurat. Ke depan, petani tidak hanya dibina dari sisi budidaya, tapi juga didampingi secara teknologi informasi dan legalitas usaha,” lanjutnya.
Menurut Evi, sasaran kegiatan bimtek ini tidak hanya terbatas pada penyuluh dan aparatur pemerintah daerah, tetapi juga petani sebagai pelaku utama yang diharapkan semakin sadar pentingnya pencatatan data tanam dan panen secara berkala.
"Dengan terlaksananya kegiatan ini kami berharap adanya optimalisasi pemantauan dan pelaporan tanam panen serta produktivitas komoditas tanaman pangan, hortikultura dan perkebunan sehingga mampu memberikan gambaran faktual terhadap kondisi pangan daerah sekaligus menjadi dasar dalam perencanaan ketahanan pangan jangka panjang," pungkasnya. (mel/fas)