Dinsos Kabupaten Probolinggo Evakuasi Lansia Terlantar Tanpa Identitas ke UPT PSTW Pandaan


Probolinggo, Lensaupdate.com - Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Probolinggo menunjukkan kepeduliannya terhadap kelompok rentan dengan mengevakuasi seorang lansia terlantar tanpa identitas ke UPT Pelayanan Sosial Tresna Werdha (PSTW) Pandaan Kabupaten Pasuruan, Senin (28/7/2025). Hal ini sebagai bentuk tanggap cepat atas laporan masyarakat.


Lansia laki-laki tersebut pertama kali ditemukan oleh warga di sekitar kawasan Pondok Pesantren Nurul Jadid Paiton pada Jum’at tanggal 25 Juli 2025. Dalam kondisi lemah dan tidak dapat mengkomunikasikan identitas diri, lansia ini kemudian dibawa oleh warga ke Klinik Pondok Pesantren Nurul Jadid untuk mendapatkan pertolongan pertama.


Mengetahui kondisi yang mengkhawatirkan, pihak klinik segera menghubungi Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Probolinggo. Sekitar pukul 19.00 WIB di hari yang sama, lansia tersebut dipindahkan ke Rumah Singgah milik Dinsos Kabupaten Probolinggo untuk mendapatkan penanganan lanjutan.


Kepala Dinsos Kabupaten Probolinggo Rachmad Hidayanto melalui Plt Kepala Bidang Pelayanan dan Rehabilitasi Sosial Samsul Hadi mengapresiasi kolaborasi warga, lembaga pendidikan dan petugas medis dalam menangani kasus ini. Pihaknya bekerja berdasarkan standar pelayanan yang humanis dan profesional.


“Kami melayani sepenuh hati dan sesuai tupoksi. Semoga koordinasi semua elemen tetap terjalin dengan baik dan lansia terlantar tanpa identitas ini bisa sehat dan beraktivitas kembali,” ujarnya.


Menurut Samsul, langkah pengiriman ke UPT PSTW Pandaan dilakukan agar lansia tersebut mendapatkan perawatan medis dan sosial yang lebih lengkap, mengingat keterbatasan fasilitas di rumah singgah lokal.


“Kami terus mengedepankan pendekatan cepat dan humanis terhadap permasalahan sosial, khususnya yang menyangkut lansia, anak telantar dan penyandang disabilitas. Penanganan terhadap kasus lansia tanpa identitas ini menjadi bukti nyata bahwa pemerintah daerah siap hadir dalam situasi darurat sosial di tengah masyarakat,” jelasnya.


Penemuan lansia ini sekaligus menunjukkan tingginya kesadaran sosial masyarakat Kabupaten Probolinggo. Respons cepat warga sekitar dan pihak pesantren menjadi bagian penting dari sistem perlindungan sosial berbasis komunitas.


“Dengan sistem kerja sama yang solid antara masyarakat dan instansi pemerintah, kasus lansia telantar diharapkan bisa semakin diminimalisasi ke depannya,” pungkasnya. (mel/fas)