Tiris, Lensaupdate.com - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Probolinggo bergerak cepat merespons gempa bumi yang mengguncang beberapa desa di Kecamatan Tiris pada Sabtu (19/7/2025) dini hari sekitar pukul 02.24 WIB.
Guncangan yang memiliki magnitudo antara 1,9 hingga 3,3 ini terjadi selama dua hari berturut-turut sejak Kamis (17/7/2025). Meski tergolong gempa dangkal dan berintensitas rendah, getarannya terasa oleh warga dan menyebabkan kerusakan ringan hingga sedang di sejumlah rumah.
Merespons laporan dari masyarakat, BPBD Kabupaten Probolinggo langsung menurunkan Team Reaksi Cepat (TRC) dan tim Pusdalops (Pusat Pengendalian dan Operasi) untuk melakukan assessment kerusakan dan mendata kebutuhan warga terdampak.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Probolinggo Oemar Sjarief mengatakan fokus utama saat ini adalah pendataan rumah rusak dan pengamanan lokasi yang berpotensi membahayakan keselamatan warga.
“Kami sudah turunkan tim ke lokasi terdampak. Koordinasi langsung dilakukan dengan kepala desa, relawan lokal dan warga. Kami pastikan proses assessment berjalan cepat dan akurat,” ujarnya.
Data sementara menyebutkan bahwa sedikitnya 16 rumah mengalami kerusakan ringan dan sedang yang sebagian besar berada di Dusun Taman dan Dusun Gudang Desa Tiris dan Segaran Kecamatan Tiris. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Sebagian rumah mengalami retak pada dinding dan struktur penyangga, sehingga tidak aman untuk langsung dihuni.
“Tim Pusdalops juga mengumpulkan informasi langsung dari warga terdampak untuk mendata kebutuhan mendesak seperti logistik dan bantuan peralatan,” jelasnya.
BPBD juga bekerja sama dengan relawan dan perangkat desa setempat untuk memastikan distribusi informasi dan bantuan berlangsung efektif. “Bantuan yang kami berikan kepada warga terdampak gempa diantaranya paket kebersihan, terpal, makanan siap saji 1 paket, biskuit (tambahan gizi) 1 paket, paket sandang dan hygiene kids 1 paket,” tambahnya.
Oemar menghimbau kepada masyarakat agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan. Masyarakat dihimbau agar menghindari dari bangunan yang retak atau rusak akibat oleh gempa.
“Periksa dan pastikan bangunan tempat tinggal Anda cukup tahan gempa ataupun tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yang membahayakan kestabilan bangunan sebelum kembali ke dalam rumah,” tegasnya.
BPBD memastikan akan terus memantau situasi dan memberikan update resmi. “Penanganan akan berlanjut hingga semua wilayah terdampak terverifikasi dan mendapat intervensi sesuai kebutuhan,” pungkasnya. (ren/zid)