Dringu, Lensaupdate.com - Sebanyak 38 guru dari Kabupaten Probolinggo mengikuti tahapan seleksi substansi Bakal Calon Kepala Sekolah (BCKS) tahun 2025 di SMP Negeri 1 Dringu. Kegiatan ini menjadi bagian penting dalam sistem seleksi nasional pengangkatan kepala sekolah yang kini mengacu pada Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Permendikdasmen) Nomor 7 Tahun 2025.
Permendikdasmen tersebut mengatur proses seleksi kepala sekolah secara lebih objektif dan berbasis merit. Seleksi substansi menjadi tahap lanjutan setelah seleksi administrasi, sebelum para peserta masuk ke tahap pendidikan dan pelatihan calon kepala sekolah (diklat CKS) serta penempatan berdasarkan pemetaan melalui aplikasi SIM KSPSTK.
Pelaksanaan seleksi substansi ini berada langsung di bawah pengawasan Kemendikdasmen) dan dipantau oleh Balai Besar Guru Tenaga Kependidikan (BBGTK) Jawa Timur. Selain itu, Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Probolinggo juga turut melakukan monitoring di lokasi.
SMP Negeri 1 Dringu dipilih sebagai Tempat Uji Kompetensi (TUK) untuk wilayah Probolinggo dan sekitarnya. Lokasi ini menjadi satu dari sembilan titik pelaksanaan seleksi se-Jawa Timur yang juga mencakup peserta dari Kabupaten/Kota Pasuruan dan Lumajang. Secara keseluruhan, seleksi ini diikuti oleh 131 guru dari tiga wilayah.
Kepala Disdikdaya Kabupaten Probolinggo Dwijoko Nurjayadi mengungkapkan dari 38 peserta asal Kabupaten Probolinggo, hanya 20 orang yang akan dipilih untuk mengikuti pelatihan calon kepala sekolah setelah seleksi substansi selesai.
“Peserta berasal dari berbagai jalur, baik melalui undangan resmi Dinas Dikdaya, rekomendasi kepala sekolah hingga inisiatif mandiri. Mereka yang lolos akan melanjutkan ke tahapan Diklat CKS dan nantinya akan ditugaskan di satuan pendidikan sesuai hasil pemetaan kebutuhan,” jelasnya.
Joko menambahkan proses seleksi ini bukan sekedar formalitas, melainkan langkah penting untuk mencetak pemimpin-pemimpin sekolah yang memiliki kompetensi kepemimpinan, manajerial dan kemampuan adaptif terhadap dinamika dunia pendidikan.
“Harapan kami, melalui seleksi ini akan lahir kepala sekolah yang bukan hanya memenuhi syarat administratif, tapi juga memiliki jiwa kepemimpinan dan visi dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Kabupaten Probolinggo,” lanjutnya.
Seleksi kepala sekolah tahun ini mendapat perhatian khusus mengingat tuntutan terhadap peningkatan mutu pendidikan semakin tinggi, sejalan dengan tantangan zaman dan perkembangan teknologi.
“Kami berharap proses seleksi ini melahirkan sosok kepala sekolah yang mampu menjadi motor penggerak kemajuan pendidikan di Kabupaten Probolinggo. Dengan sistem seleksi yang terintegrasi secara nasional serta dukungan teknologi informasi seperti SIM KSPSTK, diharapkan proses pengangkatan kepala sekolah akan lebih tepat sasaran dan berbasis kebutuhan riil di lapangan,” pungkasnya. (mel/fas)