Petani Kopi Krucil Didorong Naik Kelas, Dapat Mesin Pengolahan


Krucil, Lensaupdate.com - Pengembangan kopi di Kabupaten Probolinggo mulai diarahkan tidak hanya mengejar peningkatan produksi, tetapi juga meningkatkan nilai tambah di tingkat petani. Salah satunya dilakukan melalui pembekalan teknis pengolahan hasil kopi sekaligus dukungan mesin pengolahan bagi Kelompok Tani (Poktan) Tirto Roto 3 Desa Roto Kecamatan Krucil.

Kegiatan yang bersumber dari APBD Provinsi Jawa Timur tersebut dilaksanakan di kediaman Ketua Poktan Tirto Roto 3, Andi. Sebanyak 20 anggota kelompok tani mengikuti pembekalan yang difokuskan pada pengolahan hasil, penanganan pascapanen, legalitas usaha hingga pengembangan produk kopi.

Dalam kegiatan tersebut, Poktan Tirto Roto 3 juga mendapatkan dukungan sarana pengolahan hasil kopi berupa mesin roasting, mesin diskmill dan mesin siller kopi. Peralatan tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan untuk mendukung proses pengolahan, pengemasan sekaligus peningkatan mutu produk kopi.

Pembekalan diberikan oleh Kepala Bidang Sarana, Penyuluhan dan Pengendalian Pertanian (SP3) Diperta Kabupaten Probolinggo Faiq El Himmah, Petugas Pelaksana Tanaman Semusim Diperta Kabupaten Probolinggo Famnun Alaina serta Tim Dinas Perkebunan Provinsi Jawa Timur Dony Prayogo.

Kepala Bidang Sarana, Penyuluhan dan Pengendalian Pertanian (SP3) Diperta Kabupaten Probolinggo Faiq El Himmah menyampaikan bahwa kopi memiliki peluang besar untuk dikembangkan sebagai komoditas yang tidak hanya dijual dalam bentuk hasil perkebunan, tetapi juga diolah menjadi produk dengan nilai ekonomi lebih tinggi.

“Kopi memiliki peluang besar untuk terus dikembangkan, tidak hanya sebagai komoditas hasil perkebunan, tetapi juga sebagai produk olahan yang mampu memberikan nilai tambah,” katanya.

Menurut Faiq, peningkatan produksi harus diikuti dengan kemampuan petani dalam menangani hasil panen dan mengolahnya menjadi produk yang memiliki kualitas serta daya saing.

“Kemampuan petani dalam penanganan pasca panen dan pengolahan menjadi hal yang penting,” jelasnya.

Karena itu, pengembangan kopi diarahkan dari sektor hulu hingga hilir. Selain kualitas produk, kelompok tani juga didorong memperkuat kelembagaan usaha, melengkapi legalitas, memperbaiki kemasan dan membuka akses pemasaran yang lebih luas.

“Kami berharap pengembangan kopi dapat dilakukan secara berkelanjutan dari sektor hulu hingga hilir. Dengan demikian, peningkatan produksi dan kualitas kopi dapat diikuti dengan peningkatan nilai tambah serta kesejahteraan petani,” harapnya.

Materi legalisasi dan perizinan usaha kemudian diberikan oleh Petugas Pelaksana Tanaman Semusim Diperta Kabupaten Probolinggo Famnun Alaina. Menurutnya, legalitas merupakan bagian penting ketika kelompok tani mulai mengembangkan usaha dan memperluas pemasaran produknya.

“Legalitas usaha menjadi salah satu bagian penting dalam pengembangan usaha. Dengan legalitas yang baik, kelompok maupun pelaku usaha akan lebih mudah dalam mengembangkan usaha dan memperluas pemasaran produk,” ujarnya.

Sementara Tim Dinas Perkebunan Provinsi Jawa Timur Dony Prayogo memberikan pembekalan mengenai penanganan pascapanen dan pengolahan kopi. Materi mencakup tahapan penanganan hasil panen hingga proses pengolahan untuk menghasilkan produk bermutu dan memiliki nilai jual lebih tinggi.

Dony mengatakan penanganan pascapanen menjadi salah satu faktor penting yang menentukan mutu kopi. Proses pengolahan yang tepat diharapkan dapat menjaga kualitas sekaligus meningkatkan nilai jual produk.

“Penanganan pasca panen dan proses pengolahan harus dilakukan dengan baik agar mutu kopi tetap terjaga. Dengan pengolahan yang tepat, produk kopi yang dihasilkan diharapkan memiliki kualitas dan nilai jual yang lebih baik,” ungkapnya.

Melalui pembekalan tersebut, anggota Poktan Tirto Roto 3 diharapkan semakin memiliki pengetahuan dan keterampilan dalam mengelola hasil kopi. Petani juga didorong mulai melihat peluang untuk mengembangkan produk olahan, sehingga tidak hanya bergantung pada penjualan kopi sebagai bahan baku.

Dukungan mesin roasting, diskmill dan siller kopi menjadi bagian penting dalam proses tersebut. Dony berharap peralatan yang diberikan dapat dikelola dan dimanfaatkan secara berkelanjutan agar memberikan manfaat nyata bagi kelompok tani.

“Dukungan sarana berupa mesin roasting, diskmill dan siller juga diharapkan dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan. Pengelolaan peralatan secara optimal menjadi bagian penting agar bantuan tersebut memberikan manfaat nyata bagi kelompok tani,” harapnya.

Sinergi Pemerintah Provinsi Jawa Timur, Pemerintah Kabupaten Probolinggo, penyuluh pertanian, tenaga teknis dan kelompok tani diharapkan mampu memperkuat pengembangan komoditas kopi di Kabupaten Probolinggo.

Dengan penguatan penanganan pascapanen, pengolahan, legalitas, kemasan dan pemasaran, kopi diharapkan tidak hanya menjadi hasil perkebunan, tetapi berkembang menjadi produk bernilai tambah yang mampu meningkatkan daya saing dan memberikan manfaat ekonomi lebih besar bagi petani. (riz/zid)

Baca Juga :