DWP DKUPP Kabupatem Probolinggo Dorong Garnish Jadi Peluang Usaha


Probolinggo, Lensaupdate.com - Kegiatan rutin Dharma Wanita Persatuan (DWP) Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perdagangan dan Perindustrian (DKUPP) Kabupaten Probolinggo tidak hanya menjadi ajang silaturahmi. Anggota juga dibekali keterampilan praktis yang berpotensi dikembangkan menjadi peluang ekonomi keluarga.

Hal itu terlihat dalam pertemuan rutin DWP DKUPP Kabupaten Probolinggo yang digelar di ruang pertemuan DKUPP Kabupaten Probolinggo, Rabu (2/9/2026). Salah satu kegiatan utama diisi dengan pelatihan garnish yang dipandu Nurin Yeni Astuti dari UMKM Dapur Nurin, Kecamatan Leces.

Dalam pelatihan tersebut, anggota DWP mempelajari teknik mempercantik tampilan makanan, khususnya tumpeng. Keterampilan tersebut diharapkan dapat menambah kreativitas anggota sekaligus memberikan pengalaman yang bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Kegiatan dihadiri Bidang Pendidikan DWP Kabupaten Probolinggo Retno Saiful Efendi. Hadir pula Ketua DWP DKUPP Kabupaten Probolinggo Bekti Dinarwati Sugeng Wiyanto bersama sejumlah pengurus.

Ketua DWP DKUPP Kabupaten Probolinggo Bekti Dinarwati Sugeng Wiyanto mengatakan pertemuan rutin yang digelar setiap dua bulan sekali diharapkan tidak berhenti pada kegiatan silaturahmi.

Menurutnya, setiap pertemuan perlu memberikan manfaat nyata bagi anggota, baik berupa tambahan pengetahuan, pengalaman maupun keterampilan.

“Pertemuan rutin DWP DKUPP Kabupaten Probolinggo bukan sekadar menjadi ajang mempererat silaturahmi dan kebersamaan, tetapi juga harus menghadirkan ilmu, pengalaman dan keterampilan yang bermanfaat,” ujarnya.

Bekti menilai keterampilan sederhana seperti garnish memiliki potensi untuk dikembangkan lebih jauh. Dengan kreativitas dan konsistensi, kemampuan tersebut dapat menjadi salah satu peluang usaha.

“Kegiatan tersebut diarahkan untuk menumbuhkan keberanian anggota dalam melihat peluang ekonomi dari keterampilan yang dimiliki,” jelasnya.

Selain pelatihan garnish, pertemuan juga dirangkai dengan bazar produk UMKM. Salah satu produk yang dikenalkan berasal dari UMKM Kecamatan Sumber berupa aneka sayur-mayur.

Menurut Bekti, keberadaan bazar menjadi bagian dari upaya mengenalkan sekaligus mendukung produk usaha mikro yang ada di Kabupaten Probolinggo.

“Bazar menjadi ruang bagi anggota untuk mengenal sekaligus mendukung produk usaha mikro di Kabupaten Probolinggo,” lanjutnya.

Tidak hanya membahas keterampilan dan produk UMKM, pertemuan DWP DKUPP juga membahas sejumlah agenda organisasi. Salah satunya persiapan apurna tugas bagi empat pegawai, yakni Mulyanto, Mukadi, Sued dan Suhud.

Melalui kegiatan yang memadukan pelatihan keterampilan, pengenalan produk UMKM dan agenda organisasi tersebut, DWP DKUPP Kabupaten Probolinggo berupaya membangun lingkungan organisasi yang lebih produktif.

Keterampilan yang diperoleh anggota diharapkan tidak hanya memperkuat kreativitas dan kebersamaan, tetapi juga membuka peluang untuk menghasilkan aktivitas bernilai ekonomi bagi keluarga. (mel/fas)

Baca Juga :