Disnaker Kabupaten Probolinggo Buka Peluang Kerja Bagi Warga Pengangguran di Tiris


Tiris, Lensaupdate.com - Pemerintah Kabupaten Probolinggo terus mencari langkah untuk memperluas kesempatan kerja bagi masyarakat, terutama di wilayah yang memiliki tingkat pengangguran cukup tinggi. Salah satu upaya tersebut dilakukan Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Probolinggo melalui program padat karya yang menyasar masyarakat Desa Jangkang, Kecamatan Tiris.

Sosialisasi program tersebut berlangsung di Desa Jangkang, Selasa (11/8/2026). Selain memperkenalkan program padat karya, Disnaker juga memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai peluang bekerja sebagai Pekerja Migran Indonesia (PMI) melalui jalur resmi dan prosedural.

Pemilihan Kecamatan Tiris sebagai salah satu lokasi sosialisasi bukan tanpa alasan. Wilayah tersebut tercatat memiliki jumlah pengangguran yang cukup tinggi di Kabupaten Probolinggo. Kondisi tersebut menjadi perhatian pemerintah daerah karena persoalan pengangguran berkaitan erat dengan kemampuan masyarakat memperoleh penghasilan dan meningkatkan kesejahteraan keluarga.

Kepala Disnaker Kabupaten Probolinggo Saniwar mengatakan program padat karya dirancang untuk memberikan kesempatan kerja kepada masyarakat yang belum memperoleh pekerjaan. “Padat karya ini untuk memperluas kesempatan kerja bagi para pengangguran, dengan memberikan pekerjaan sementara,” ujarnya.

Menurut Saniwar, keberadaan program tersebut diharapkan tidak hanya memberikan aktivitas produktif bagi masyarakat, tetapi juga membantu menambah pendapatan keluarga. Kesempatan kerja sementara melalui padat karya diharapkan dapat menjadi salah satu solusi jangka pendek bagi masyarakat yang sedang mencari pekerjaan.

Saniwar mengungkapkan, berdasarkan data tingkat pengangguran terbuka (TPT), Kecamatan Tiris berada di posisi kedua tertinggi di Kabupaten Probolinggo setelah Kecamatan Krucil. Jumlah warga yang masuk dalam data pengangguran terbuka di wilayah tersebut mencapai sekitar 2.550 orang.

“Kenapa sosialisasi padat karya diarahkan ke Kecamatan Tiris, karena berdasarkan data TPT, Kecamatan Tiris menjadi salah satu wilayah dengan tingkat pengangguran cukup tinggi. Selain itu, tingkat kemiskinan juga menjadi perhatian,” jelasnya.

Besarnya jumlah pengangguran tersebut membuat pemerintah perlu mendorong berbagai alternatif kesempatan kerja. Selain melalui program padat karya, masyarakat juga diarahkan untuk melihat peluang ekonomi yang tersedia di wilayah masing-masing.

Desa Jangkang sendiri memiliki potensi ekonomi yang dapat dikembangkan melalui sektor usaha mikro, khususnya pengolahan kopi. Sejumlah pelaku UMKM telah mengembangkan produk kopi lokal, di antaranya kopi robusta dan kopi nangka.

“Di Desa Jangkang sudah ada UMKM produksi kopi. Ini menjadi contoh potensi ekonomi masyarakat yang perlu terus dikembangkan,” pungkas Saniwar.

Selain persoalan pengangguran, Disnaker juga memberikan perhatian terhadap fenomena masyarakat Kabupaten Probolinggo yang bekerja ke luar negeri. Dalam sosialisasi tersebut, masyarakat diingatkan agar apabila memilih bekerja sebagai PMI, proses keberangkatan dilakukan melalui jalur resmi.

Kecamatan Tiris disebut sebagai salah satu wilayah yang memiliki masyarakat yang bekerja sebagai pekerja migran nonprosedural. Kondisi tersebut menjadi perhatian karena keberangkatan melalui jalur tidak resmi dapat meningkatkan berbagai risiko bagi pekerja, mulai dari persoalan administrasi hingga perlindungan ketika menghadapi masalah di negara tujuan.

Karena itu, masyarakat yang ingin bekerja ke luar negeri didorong mencari informasi melalui jalur resmi dan memastikan seluruh dokumen serta prosedur ketenagakerjaan telah dipenuhi sebelum berangkat.

Langkah Disnaker Kabupaten Probolinggo tersebut menunjukkan bahwa penanganan pengangguran tidak hanya dilakukan melalui penciptaan pekerjaan sementara. Pengembangan potensi ekonomi lokal, peningkatan keterampilan serta penyediaan informasi mengenai pekerjaan yang aman juga menjadi bagian penting dalam memperluas kesempatan kerja.

Melalui program padat karya dan penguatan potensi ekonomi desa, pemerintah berharap masyarakat memiliki lebih banyak pilihan untuk memperoleh penghasilan. Di sisi lain, pengembangan UMKM lokal seperti usaha pengolahan kopi di Desa Jangkang diharapkan mampu membuka peluang ekonomi baru dan mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap pekerjaan di luar daerah. (riz/zid)

Baca Juga :