BPBD Kabupaten Probolinggo Gerak Cepat Bantu Korban Kebakaran di Tiris


Tiris, Lensaupdate.com - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Probolinggo bergerak cepat menyalurkan bantuan logistik kepada korban kebakaran rumah di Dusun Parsian Desa Ranugedang Kecamatan Tiris, Senin (3/8/2026). Bantuan diberikan untuk memenuhi kebutuhan dasar korban pascakebakaran yang terjadi sehari sebelumnya.

Peristiwa kebakaran terjadi pada Minggu (2/8/2026) sekitar pukul 19.00 WIB. Berdasarkan hasil pendataan, api diduga berasal dari tungku dapur yang masih menyala saat ditinggalkan pemilik rumah, Seneri. Kobaran api kemudian membesar hingga menghanguskan sebagian bangunan rumah.

Warga sekitar yang mengetahui kejadian tersebut segera berupaya memadamkan api dan memberikan pertolongan. Meski tidak menimbulkan korban jiwa, kebakaran mengakibatkan rumah yang dihuni seorang diri oleh Seneri mengalami kerusakan dengan estimasi kerugian sekitar Rp10 juta.

Sebagai respons cepat terhadap musibah tersebut, BPBD Kabupaten Probolinggo menyalurkan sejumlah bantuan logistik berupa terpal, perlengkapan makan, makanan siap saji beserta lauk pauk, paket sandang pria, selimut, perlengkapan kebersihan diri (hygiene kit) serta paket alat kebersihan.

Penyaluran bantuan dilakukan bersama Dinas Sosial Kabupaten Probolinggo melalui Taruna Siaga Bencana (Tagana) dan Pemerintah Desa Ranugedang untuk memastikan kebutuhan dasar korban dapat segera terpenuhi.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Probolinggo Oemar Sjarief mengatakan penanganan cepat merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam memberikan perlindungan kepada masyarakat yang terdampak bencana maupun musibah.

"BPBD bersama pemerintah desa dan Tagana bergerak cepat menyalurkan bantuan logistik agar kebutuhan dasar korban dapat segera terpenuhi. Kami berharap bantuan ini dapat meringankan beban korban setelah musibah kebakaran," ujarnya.

Selain menyalurkan bantuan, BPBD juga mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran rumah, terutama yang dipicu oleh penggunaan kompor maupun tungku dapur.

Menurut Oemar, kebiasaan memastikan sumber api telah padam sebelum meninggalkan rumah merupakan langkah sederhana, tetapi sangat penting untuk mencegah terjadinya kebakaran.

"Kami mengimbau masyarakat selalu memastikan kompor maupun tungku dapur dalam kondisi aman sebelum meninggalkan rumah. Kewaspadaan menjadi kunci untuk mencegah kerugian yang lebih besar akibat kebakaran," pungkasnya. (ren/zid)