Sumberasih, Lensaupdate.com – Tradisi Petik Laut kembali digelar meriah di Pantai Darmo, Desa Banjarsari, Kecamatan Sumberasih, Kabupaten Probolinggo, Sabtu (11/7/2026). Selain menjadi ungkapan rasa syukur atas hasil tangkapan nelayan, tradisi tahunan ini dimanfaatkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo untuk mengajak masyarakat menjaga kelestarian laut demi keberlanjutan sektor perikanan.
Bupati Probolinggo dr. Mohammad Haris hadir langsung dalam prosesi tersebut didampingi anggota DPRD Kabupaten Probolinggo Reno Handoyo dan Firdaus Amin, Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Probolinggo Nurhadi Wijayanto, Kepala Dinas Perikanan Achmad Aruman, Kepala Disporapar Heri Mulyadi, Kepala Disdikdaya Hary Tjahjono, Kepala Dinas Perhubungan Edy Suryanto, Kepala DPMD Munaris serta jajaran Forkopimka Sumberasih.
Prosesi diawali dengan pelayaran menggunakan kapal nelayan menuju kawasan karang sekitar satu kilometer dari bibir Pantai Darmo. Di lokasi tersebut, Bupati Haris bersama para nelayan melarung sesaji hasil bumi sebagai simbol rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas hasil laut yang telah dinikmati selama setahun terakhir.
Usai prosesi larung sesaji, kemeriahan berlanjut dengan lomba balap perahu fiberglass yang diikuti para nelayan. Perlombaan itu menjadi daya tarik tersendiri bagi ratusan warga yang memadati kawasan Pantai Darmo.
Bupati Probolinggo dr. Mohammad Haris mengatakan Petik Laut merupakan tradisi budaya yang memiliki makna spiritual sekaligus sosial bagi masyarakat pesisir.
"Petik laut adalah tradisi budaya sebagai ungkapan rasa syukur kepada Allah SWT atas nikmat kesehatan, keselamatan dan keberkahan yang selama ini diberikan. Desa Banjarsari memiliki sekitar 220 nelayan, sehingga kegiatan ini menjadi ikhtiar bersama memohon agar seluruh nelayan dijauhkan dari musibah, diberikan keselamatan dan rezeki yang melimpah," katanya.
Menurut Bupati Haris, tradisi tersebut juga menjadi momentum mempererat kebersamaan masyarakat nelayan sekaligus memperkuat semangat dalam membangun sektor perikanan yang berkelanjutan.
Ia menegaskan, keberhasilan nelayan tidak hanya ditentukan oleh hasil tangkapan, tetapi juga bergantung pada kondisi ekosistem laut yang tetap terjaga.
"Saya berpesan kepada seluruh masyarakat agar menjaga kelestarian lingkungan pesisir dan laut. Alam harus kita jaga bersama karena bukan warisan, melainkan titipan untuk anak cucu kita. Jika alam tetap lestari, Insya Allah akan terus memberikan rezeki dan keberkahan bagi masyarakat," tegasnya.
Melalui Festival Nelayan Petik Laut, Pemerintah Kabupaten Probolinggo berharap nilai-nilai budaya lokal tetap lestari, sektor pariwisata pesisir semakin berkembang serta kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga ekosistem laut terus meningkat.
Tradisi yang telah diwariskan secara turun-temurun tersebut diharapkan tidak hanya menjadi agenda budaya tahunan, tetapi juga menjadi penggerak ekonomi masyarakat pesisir sekaligus sarana memperkuat sinergi antara pemerintah dan nelayan dalam mewujudkan sektor kelautan yang produktif, lestari dan berkelanjutan. (mel/fas)
