Bojonegoro, Lensaupdate.com - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo terus berupaya memperluas akses pasar bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) melalui partisipasi dalam Bojonegoro Wastra Batik Festival 2026 yang berlangsung di Alun-Alun Kabupaten Bojonegoro, 17 hingga 20 Juni 2026.

Keikutsertaan Kabupaten Probolinggo dalam festival tersebut menjadi momentum strategis untuk mempromosikan berbagai produk unggulan daerah sekaligus memperkuat jejaring kerja sama dengan daerah lain dalam pengembangan ekonomi kreatif berbasis budaya.

Wakil Bupati (Wabup) Probolinggo Fahmi AHZ hadir dalam pembukaan festival didampingi Ketua Dekranasda Kabupaten Probolinggo Ning Marisa Juwitasari Moh. Haris, Wakil Ketua Dekranasda Kabupaten Probolinggo Rita Erik Ugas Irwanto serta Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Probolinggo Sugeng Wiyanto.

Pada stand Kabupaten Probolinggo, berbagai produk unggulan ditampilkan mulai dari batik khas daerah, kerajinan berbahan kulit kerang, aneka produk olahan UMKM hingga komoditas pertanian unggulan berupa bawang merah.

Selain melakukan promosi produk, Wabup Fahmi juga memanfaatkan kesempatan tersebut untuk melihat berbagai inovasi yang dikembangkan Pemerintah Kabupaten Bojonegoro, khususnya dalam pengembangan ekonomi kreatif, pemberdayaan UMKM dan pelayanan publik.

Menurut Wabup Fahmi, kegiatan pameran antardaerah memiliki nilai strategis karena menjadi ruang berbagi pengalaman dan inspirasi dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

“Kegiatan seperti ini memberi banyak pelajaran dari daerah yang berhasil mengembangkan ekonomi kreatif, UMKM dan pariwisata berbasis budaya. Pengalaman tersebut bisa menjadi inspirasi untuk memajukan Kabupaten Probolinggo,” katanya.

Wabup Fahmi menegaskan kolaborasi antardaerah menjadi salah satu kunci penting dalam meningkatkan daya saing produk lokal di tengah persaingan pasar yang semakin terbuka.

“Semakin banyak kita belajar dan berkolaborasi, semakin besar peluang Kabupaten Probolinggo untuk berkembang dan bersaing. Yang terpenting adalah bagaimana kita mampu mengembangkan inovasi tersebut sesuai dengan potensi dan karakteristik daerah,” jelasnya.

Sementara Ketua Dekranasda Kabupaten Probolinggo Ning Marisa Juwitasari Moh. Haris menegaskan keikutsertaan dalam festival tersebut merupakan bentuk dukungan nyata pemerintah daerah terhadap pengembangan UMKM.

Menurutnya, promosi secara langsung melalui pameran menjadi sarana efektif untuk memperkenalkan produk lokal kepada masyarakat yang lebih luas sekaligus membuka peluang pasar baru bagi para pelaku usaha.

“Ini bukan hanya sekadar seremonial, tetapi bentuk dukungan kami dari Pemerintah Kabupaten Probolinggo untuk terus mendorong kemajuan UMKM daerah. Kami ingin produk-produk unggulan Kabupaten Probolinggo semakin dikenal dan memiliki daya saing yang lebih kuat,” ujarnya.

Melalui partisipasi dalam Bojonegoro Wastra Batik Festival 2026, Kabupaten Probolinggo berharap dapat memperkuat promosi produk unggulan daerah, meningkatkan nilai ekonomi UMKM serta memperluas peluang kerja sama antardaerah dalam mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat. (put/zid)