Paiton, Lensaupdate.com – Deputi Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Kementerian PPN/Bappenas bersama perwakilan Kedutaan Besar Australia melakukan kunjungan lapangan Program INKLUSI di Kabupaten Probolinggo, Selasa (23/6/2026), di TK ABA Paiton, Desa Sumberanyar Kecamatan Paiton.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari evaluasi dan pembelajaran program untuk melihat langsung pelaksanaan di tingkat masyarakat, termasuk capaian, tantangan serta keberlanjutan program ke depan.
Hadir dalam kegiatan tersebut Direktur Keluarga, Pengasuhan, Perempuan dan Anak Kementerian PPN/Bappenas Qurrota Ayun, First Secretary Kedutaan Besar Australia Elena Martin Avila, Team Leader Sekretariat INKLUSI Kate Shanahan, Sekretaris Umum PP Aisyiyah Tri Hastuti, Kepala Bapelitbangda Kabupaten Probolinggo Juwono P. Utomo, Panitera Pengadilan Agama Kraksaan Masbudi, Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Probolinggo Sigit Prasetyo, Ketua PD 'Aisyiyah Kabupaten Probolinggo Lasminingsih, perwakilan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) serta sejumlah kader desa.
Sekretaris Umum PP Aisyiyah Tri Hastuti menegaskan bahwa pembangunan harus memberikan manfaat yang merata bagi seluruh masyarakat tanpa terkecuali. “Pembangunan harus bisa dirasakan semua kelompok tanpa diskriminasi,” ujarnya.
Direktur Keluarga, Pengasuhan, Perempuan dan Anak Kementerian PPN/Bappenas Qurrota Ayun mengatakan kunjungan ini untuk melihat langsung implementasi program di lapangan sekaligus menyerap masukan daerah. “Pengalaman di lapangan penting sebagai bahan perbaikan kebijakan,” katanya.
Sementara itu, Kepala Bapelitbangda Kabupaten Probolinggo Juwono P. Utomo menyampaikan bahwa isu inklusi sosial, gender dan pemberdayaan masyarakat telah masuk dalam dokumen perencanaan daerah hingga 2029. "Berbagai program pemberdayaan, termasuk pelatihan keterampilan dan dukungan ekonomi bagi kelompok rentan," ungkapnya.
First Secretary Kedutaan Besar Australia Elena Martin Avila menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan Program INKLUSI di daerah.
“Yang penting adalah memastikan pembangunan memberi kesempatan yang setara bagi semua. Harapannya praktik baik di Kabupaten Probolinggo dapat menjadi contoh bagi daerah lain dalam penguatan pembangunan inklusif," harapnya. (ren/zid)
.jpeg)