Ladies Program APEKSI 2026, Kota Probolinggo Promosikan UMKM dan Budaya Daerah


Denpasar, Lensaupdate.com - Ketua TP PKK Kota Probolinggo dr. Evariani mengikuti rangkaian Ladies Program dalam kegiatan Rapat Kerja Komisariat Wilayah IV APEKSI Tahun 2026 yang digelar di Kota Denpasar, Bali pada 21 hingga 23 Mei 2026. Kegiatan tersebut menjadi ajang mempererat silaturahmi antar daerah sekaligus memperkuat peran perempuan dalam mendukung pembangunan dan promosi potensi lokal.

Rangkaian kegiatan diikuti para istri kepala daerah anggota Komisariat Wilayah IV APEKSI dari berbagai kota di Indonesia. Suasana keakraban mulai terasa sejak agenda Sunset Dinner di atas Kapal Pinisi yang berlayar di perairan Bali. Dalam kegiatan tersebut, para peserta saling bertukar cinderamata sebagai simbol persahabatan dan sinergi antarkota.

Kebersamaan peserta juga semakin erat melalui malam ramah tamah yang diisi pertunjukan seni dan budaya Nusantara. Momentum tersebut menjadi ruang memperkuat jejaring kolaborasi sekaligus memperkenalkan keberagaman budaya daerah masing-masing.

Pada hari kedua, para peserta mengikuti latihan Tari Pendet dengan mempelajari gerakan khas Bali yang sarat makna penghormatan kepada tamu. Kegiatan kemudian dilanjutkan workshop pembuatan gebogan dan seserahan Bali untuk mengenal filosofi budaya masyarakat Bali melalui rangkaian buah, bunga dan janur.

Selain itu, peserta juga mengikuti city tour menggunakan kereta kuda mengelilingi kawasan Kota Denpasar serta mengunjungi Dekranasda Kota Denpasar dan sentra UMKM untuk melihat langsung produk unggulan berbasis kreativitas dan kearifan lokal masyarakat Bali.

Dalam kesempatan tersebut, Kota Probolinggo turut mempromosikan berbagai produk unggulan UMKM melalui stan pameran yang disediakan panitia APEKSI. Beragam produk khas Kota Probolinggo mendapat perhatian pengunjung, mulai produk fesyen, batik dan bordir hingga makanan dan minuman olahan.

Produk yang dipamerkan meliputi busana bordir, batik khas Kota Probolinggo, ready to wear, home decor, hijab kalung bordir, topi ecoprint, kaca hias hingga tas Dekranasda. Sementara produk kuliner yang ditampilkan antara lain keripik kentang, kerupuk telur asin, manisan mangga, jagung getes, keripik paru serta minuman bunga telang dan kelor.

Stan Kota Probolinggo mendapat respons positif dari pengunjung, termasuk wisatawan mancanegara asal Amerika Serikat dan Swiss yang tertarik pada produk batik dan bordir khas Kota Probolinggo. Antusiasme pengunjung membuat stan ramai dikunjungi sepanjang kegiatan dengan total transaksi penjualan mencapai sekitar Rp 5 juta.

Pada malam harinya, seluruh delegasi menghadiri bazar APEKSI yang menampilkan berbagai potensi unggulan daerah. Kota Probolinggo turut menampilkan seni kontemporer bertajuk “Kirana Gati Gending Bayu Pesisir” yang memadukan nuansa budaya pesisir dan kreativitas seni modern.

Sementara pada hari terakhir, para peserta mengikuti pelepasan tukik di kawasan pantai sebagai bentuk kepedulian terhadap pelestarian lingkungan dan ekosistem laut. Agenda kemudian ditutup dengan kegiatan yoga dan jogging bersama di kawasan Pantai Sanur.

Ketua Dekranasda Kota Probolinggo dr. Evariani mengatakan keikutsertaan Kota Probolinggo dalam kegiatan APEKSI menjadi sarana penting untuk memperluas jejaring sekaligus mengenalkan produk lokal kepada masyarakat luas.

“Melalui kegiatan ini, Kota Probolinggo dapat memperluas jejaring sekaligus mempromosikan produk UMKM dan budaya daerah. Harapannya, produk-produk lokal semakin dikenal dan memiliki daya saing yang lebih kuat,” ujarnya. (mel/fas)