Kraksaan, Lensaupdate.com - Bupati Probolinggo dr. Mohammad Haris menegaskan pentingnya peran camat sebagai penggerak utama pembangunan wilayah dalam rapat koordinasi pemantapan pelaksanaan Kecamatan SAE Award Tahun 2026. Kegiatan tersebut digelar di ruang pertemuan Argopuro Kantor Bupati Probolinggo, Selasa (6/1/2026).
Rapat koordinasi ini dihadiri Plh Sekretaris Daerah Kabupaten Probolinggo M. Sjaiful Effendi, Ketua Tim Percepatan Pembangunan Daerah (TP2D) Kabupaten Probolinggo Khoirul Anwar, para camat se-Kabupaten Probolinggo serta kepala perangkat daerah terkait di lingkungan Pemerintah Kabupaten Probolinggo.
Pelaksanaan Kecamatan SAE Award didukung oleh sejumlah regulasi, antara lain Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2017 tentang Kecamatan, Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2017 tentang Inovasi Daerah serta Peraturan Bupati Probolinggo Nomor 63 Tahun 2020 tentang Inovasi Daerah.
Dalam arahannya, Bupati Probolinggo dr. Mohammad Haris menyampaikan bahwa Pemkab Probolinggo mendorong perubahan paradigma kepemimpinan di tingkat kecamatan. Camat tidak lagi diposisikan semata sebagai pelaksana administrasi, melainkan sebagai manajer wilayah yang memiliki tanggung jawab menyeluruh.
“Kami ingin membangun mindset camat sebagai CEO wilayah. Artinya, camat harus mampu mengelola potensi, mengidentifikasi persoalan serta mengambil langkah strategis untuk menyelesaikan berbagai permasalahan di wilayahnya,” tegasnya.
Bupati Haris menjelaskan, Kecamatan SAE Award bukan sekadar kompetisi, melainkan instrumen evaluasi kinerja kecamatan dalam menjalankan program Probolinggo SAE secara berkelanjutan selama satu tahun.
“Yang terpenting bukan soal siapa yang menjadi juara, tetapi sejauh mana camat mampu menghadirkan solusi nyata bagi masyarakat. Oleh karena itu, ada tim monitoring dan evaluasi yang akan mendampingi sekaligus memastikan program berjalan sesuai tujuan,” jelasnya.
Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menyelesaikan persoalan di tingkat kecamatan. Menurutnya, camat harus mampu mengoptimalkan peran OPD, legislatif, CSR perusahaan hingga partisipasi masyarakat.
“Isu lingkungan, kesehatan, keamanan hingga pelayanan publik tidak bisa ditangani sendiri. Camat harus menjadi penghubung dan penggerak seluruh elemen yang ada di wilayahnya,” tambahnya.
Sementara Ketua TP2D Kabupaten Probolinggo Khoirul Anwar menyebut konsep camat sebagai CEO wilayah merupakan terobosan progresif yang jarang diterapkan di daerah lain.
“Ini menunjukkan keseriusan Kabupaten Probolinggo dalam mendorong perubahan. Camat diposisikan sebagai pemimpin yang menavigasi wilayahnya, bukan sekadar mengatur rutinitas,” ujarnya.
Ia menambahkan, praktik-praktik terbaik yang lahir dari Kecamatan SAE Award akan dijadikan model untuk diterapkan di kecamatan lain. Camat dengan kinerja terbaik juga akan berperan sebagai mentor bagi rekan-rekannya. “Selain menjadi ajang evaluasi, Kecamatan SAE Award juga menjadi ruang pembelajaran bersama dan pemberian apresiasi atas kinerja terbaik camat,” pungkasnya. (nab/zid)
