Kraksaan, Lensaupdate.com - LPPL Radio Bromo FM menghadirkan podcast khusus bertajuk keselamatan transportasi wisata dengan menghadirkan narasumber dari Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) dan Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Probolinggo, Selasa (16/9/2025).
Podcast yang dipandu oleh host Shasa ini mengudara pukul 15.00–16.00 WIB dari Studio Siar Radio Bromo FM Gedung Islamic Center Kraksaan. Dua narasumber utama hadir, yakni Ahmad Wildan selaku Senior Investigator KNKT dan Edy Suryanto selaku Kepala Dishub Kabupaten Probolinggo.
Topik yang dibahas menyoroti kecelakaan tunggal bus pariwisata bernomor polisi P 7221 UG yang diduga mengalami rem blong di jalur wisata Bromo, tepatnya di ruas Jalan Bromo Blok Lumbang Desa Boto Kecamatan Lumbang. Peristiwa nahas ini menewaskan 6 orang di lokasi kejadian, 2 orang di RSUD dr. Moh. Saleh, 1 orang di RSUD Tongas serta menyebabkan 16 penumpang lainnya mengalami luka-luka.
Dalam paparannya, Ahmad Wildan menjelaskan bahwa penyebab rem blong tidak hanya terbatas pada kondisi sistem pengereman, tetapi juga berkaitan erat dengan transmisi kendaraan dan perilaku pengemudi.
“Dari hasil investigasi sejak 2015 hingga 2025, faktor kecelakaan di jalan menurun banyak dipengaruhi cara pengemudi mengoperasikan kendaraan. Penggunaan gigi rendah, menghindari posisi netral serta memaksimalkan fungsi rem mesin menjadi langkah mitigasi yang wajib diterapkan,” ungkap Wildan.
Ia menambahkan, KNKT telah melakukan inspeksi lapangan terkait ram check dan rambu-rambu keselamatan. Data dan analisis tersebut nantinya akan dilaporkan kepada kementerian terkait untuk ditindaklanjuti melalui Focus Group Discussion (FGD) bersama pemerintah daerah.
“Salah satu opsi yang akan dibahas adalah pemasangan rambu Standar Operasional Prosedur (SOP) di rest area kawasan wisata Bromo,” jelasnya.
Sementara Kepala Dishub Kabupaten Probolinggo Edy Suryanto menegaskan fasilitas keselamatan di jalur wisata Bromo telah disiapkan sesuai standar. Pihaknya secara rutin menggelar pengecekan kendaraan setiap dua minggu sekali dengan melibatkan tim lintas sektor.
“Kami juga mengajak masyarakat suku Tengger untuk ikut menjaga keamanan jalur wisata. Misalnya dalam pengawasan larangan penggunaan motor matic di kawasan Bromo. Sebab, Bromo bukan hanya destinasi wisata, tapi juga kawasan budaya yang harus dilindungi,” tegasnya
Selain itu, Dishub bersama Pemkab Probolinggo berencana memperluas sosialisasi keselamatan dengan memasang banner himbauan di hotel-hotel dan penginapan sekitar kawasan wisata. "Upaya ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran wisatawan sekaligus menjadi titik balik pelayanan transportasi wisata Bromo.
Podcast selama satu jam tersebut ditutup dengan pesan penting dari kedua narasumber. Menurut Wildan dan Edy, keselamatan di jalur wisata rawan seperti Bromo bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga pengemudi, pengelola wisata hingga masyarakat. (nab/zid)
