Leces, Lensaupdate.com - Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Probolinggo menggelar Konferensi Cabang (Konfercab) X NU 2025 di kantor PCNU Kabupaten Probolinggo di Desa Warujinggo Kecamatan Leces, Minggu (28/9/2025). Forum lima tahunan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi, konsolidasi kader, sekaligus mengukuhkan peran NU sebagai penyangga kehidupan beragama dan kebangsaan.
Dengan mengusung tema “Merajut Sinergi Menuju Kemandirian Organisasi, Kader Hebat, Jam’iyah Kuat”, Konfercab dihadiri jajaran PCNU, badan otonom (Banom), lembaga, pengurus MWCNU hingga ranting NU se-Kabupaten Probolinggo. Acara resmi dibuka oleh Katib PWNU Jawa Timur H. Ahsanul Haq yang menegaskan bahwa berkhidmat kepada NU adalah bentuk pengabdian kepada agama.
"Kita berkhidmat pada Nahdlatul Ulama tanpa memandang di mana kita berada. NU adalah warisan para wali Allah. Barang siapa menolong agama Allah melalui NU, maka pertolongan Allah akan datang di setiap kesulitan,” pesannya.
Konfercab X NU Kabupaten Probolinggo menjadi wadah bertemunya seluruh elemen Nahdliyin. Selain jajaran struktural NU, hadir pula Bupati Probolinggo Gus dr. Mohammad Haris, Ketua DPRD Kabupaten Probolinggo Oka Mahendra Jati Kusuma, Asisten Pemerintahan dan Kesra Sekdakab Hari Kriswanto serta Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Probolinggo H. Samsur.
Kehadiran berbagai tokoh tersebut menunjukkan dukungan penuh terhadap NU sebagai organisasi keagamaan terbesar di Indonesia yang berperan aktif dalam menjaga harmoni sosial dan keutuhan bangsa.
Dalam sambutannya, Bupati Probolinggo Gus dr. Mohammad Haris menegaskan bahwa NU memiliki kewajiban moral untuk menciptakan suasana kondusif di tengah masyarakat. NU bukan hanya wadah dakwah, melainkan juga benteng penjaga aqidah Ahlussunnah wal Jama’ah dan kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
"NU Kabupaten Probolinggo wajib hukumnya menjaga kedamaian, ketenteraman, serta keamanan. NU berdiri atas dasar perjuangan ulama pendahulu untuk menjaga aqidah dan menjaga bangsa. Karena itu, setiap kita, apapun jabatan dan profesinya, punya kewajiban berkhidmat kepada NU,” tegasnya.
Pesan ini menjadi pengingat bahwa keberadaan NU bukan hanya milik pengurus, tetapi juga seluruh umat yang merasakan manfaat dari perjuangan organisasi Islam terbesar ini.
Konfercab X NU di Kabupaten Probolinggo juga menjadi momentum konsolidasi kader. Tema yang diangkat menegaskan perlunya membangun kemandirian organisasi, memperkuat jam’iyah, sekaligus mencetak kader-kader unggul yang siap menghadapi tantangan zaman. (mel/fas)
