BPBD Kabupaten Probolinggo Salurkan Air Bersih ke Dua Desa Terdampak di Kecamatan Tegalsiwalan


Tegalsiwalan, Lensaupdate.com - Krisis air bersih akibat musim kemarau yang berkepanjangan kembali melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Probolinggo. Menanggapi kondisi ini, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Probolinggo bersama Agen PB Jatim melakukan pendistribusian bantuan air bersih ke dua desa terdampak di Kecamatan Tegalsiwalan pada Jum’at (5/9/2025).

Sebanyak 23.000 liter air bersih disalurkan oleh Tim Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana (TRC PB) BPBD Kabupaten Probolinggo menggunakan empat unit truk tangki, masing-masing berkapasitas 6.000 liter dan 5.000 liter. Bantuan ini diberikan kepada warga di Desa Bulujaran Lor dan Desa Bulujaran Kidul yang mengalami kesulitan mendapatkan air bersih sejak beberapa pekan terakhir.

“Distribusi air bersih ini merupakan respons cepat atas laporan masyarakat dan hasil monitoring kami di lapangan. Warga sangat terdampak oleh kemarau panjang, terutama di wilayah yang memang rentan kekeringan setiap tahunnya,” kata Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Probolinggo Oemar Sjarief.

Distribusi air bersih ini dilakukan secara langsung ke titik-titik yang paling terdampak. Diantaranya Dusun Karang Tengah RT 04 RW 01 Desa Bulujaran Lor sebanyak 6.000 liter untuk 49 KK (147 jiwa), Dusun Dulawang RT 10 RW 04 Desa Bulujaran Lor sebanyak 6.000 liter untuk 35 KK (105 jiwa) dan Dusun Karang Tengah RT 04 dan 05 RW 01 Desa Bulujaran Kidul sebanyak 11.000 liter untuk 84 KK (252 jiwa). 

“Total ada 168 Kepala Keluarga atau 504 jiwa yang kami kirimi air bersih. Ini adalah bagian dari komitmen kami untuk memastikan kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi, terutama air bersih sebagai kebutuhan utama masyarakat,” jelasnya.

Menurut Oemar, distribusi air bersih akan terus dilakukan selama musim kemarau belum berakhir dan stok air bersih warga masih belum mencukupi. Selain itu, pihaknya juga mengimbau warga untuk hemat air dan melaporkan bila ada kerusakan infrastruktur penyedia air. 

“Kami tengah menyiapkan skema distribusi air bersih lanjutan untuk daerah lain yang mulai menunjukkan gejala kekeringan ekstrem. Bantuan air bersih ini diharapkan dapat mengurangi beban masyarakat sekaligus mencegah potensi masalah kesehatan akibat kekurangan air bersih, seperti penyakit kulit dan gangguan pencernaan,” pungkasnya. (mel/fas)