BKPSDM Kabupaten Probolinggo Gelar Orientasi PPPK Tenaga Kesehatan dan Teknis


Dringu, Lensaupdate.com - Dalam rangka memperkuat kapasitas sumber daya Aparatur Sipil Negara (ASN) yang profesional dan berintegritas, Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Probolinggo menggelar orientasi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) tahun 2025 mulai 28 Agustus hingga 1 Oktober 2025 di Balai Diklat BKPSDM Kabupaten Probolinggo.

Orientasi PPPK ini diikuti oleh 300 orang peserta dari 49 Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo. Mereka berasal dari formasi PPPK pengadaan Calon Aparatur Sipil Negara (CASN) tahun 2022 dan 2023 dengan latar belakang jabatan tenaga kesehatan dan tenaga teknis.

Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari amanat Undang-undang Nomor 20 Tahun 2023 Tentang Aparatur Sipil Negara, khususnya pada pasal 49 serta mengacu pada Peraturan Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI Nomor 15 Tahun 2020 yang mewajibkan penyelenggaraan orientasi sebagai tahap awal pembinaan PPPK di lingkungan instansi pemerintah.

Kepala BKPSDM Kabupaten Probolinggo Heri Sulistyanto melalui Kepala Bidang Pengembangan Kompetensi Aparatur Hendra Eko Poernanto mengatakan orientasi ini memiliki makna strategis dalam membentuk karakter ASN yang tangguh, adaptif serta memahami etika dan tata kelola pemerintahan sejak hari pertama bertugas.

“Orientasi ini adalah bekal penting agar PPPK memahami peran mereka sebagai pelayan publik yang profesional. Selain membekali dengan nilai-nilai ASN, orientasi juga menjadi pijakan awal untuk membangun karier yang berintegritas dan produktif,” katanya.

Menurut Hendra, berdasarkan surat izin dari LAN RI Nomor 3412/D.3/PDP.07.1 tertanggal 22 Juli 2025, kegiatan ini dilaksanakan secara klasikal dengan format tatap muka. Para peserta diwajibkan hadir dengan seragam resmi (putih-hitam lengkap dengan dasi dan atribut Korpri) serta membawa laptop/notebook sebagai sarana pendukung pembelajaran digital.

“Peserta juga diminta menyiapkan soft file foto resmi untuk keperluan administrasi dan penerbitan sertifikat. Foto harus berlatar belakang merah, mengenakan kemeja putih lengan panjang, dasi hitam dan bagi yang berjilbab menggunakan jilbab putih polos,” jelasnya.

Hendra menegaskan bahwa orientasi ini bersifat wajib diikuti oleh seluruh PPPK. “Bagi peserta yang menunjukkan komitmen dan kinerja baik selama kegiatan, hasil orientasi ini dapat menjadi pertimbangan penting untuk perpanjangan kontrak kerja di masa mendatang,” lanjutnya.

Lebih lanjut Hendra kurikulum yang digunakan dalam orientasi PPPK ini terbagi menjadi tiga kelompok utama meliputi Kurikulum Pengenalan Fungsi dan Tugas ASN, Kurikulum Pengenalan Nilai dan Etika di Instansi Pemerintah dan Kurikulum Penunjang.

“Kurikulum ini dirancang secara sistematis dan integratif agar peserta tidak hanya memahami peraturan, tetapi juga memiliki mindset melayani dan siap berinovasi. Materi seperti wawasan kebangsaan, etika birokrasi hingga literasi digital sangat relevan dengan tantangan ASN masa kini. Kami ingin PPPK menjadi pelayan publik yang tidak hanya tahu aturan, tapi juga adaptif dan kolaboratif,” tegasnya.

Dengan pelaksanaan orientasi ini terang Hendra, Pemkab Probolinggo menargetkan terbentuknya SDM ASN yang siap bekerja secara profesional, responsif terhadap perubahan serta konsisten dalam menjalankan nilai-nilai dasar ASN. Orientasi ini juga menjadi bukti komitmen Pemkab Probolinggo dalam mempercepat reformasi birokrasi melalui penguatan kompetensi ASN sejak dini.

“Ini bukan akhir, tapi awal. Setelah orientasi ini, kami akan terus memantau, mendampingi dan mengevaluasi kinerja PPPK. Tujuannya agar seluruh ASN di Kabupaten Probolinggo mampu memberi pelayanan publik yang terbaik,” pungkasnya. (mel/fas)