Dringu, Lensaupdate.com - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Probolinggo kembali menunjukkan komitmennya dalam menjaga kualitas kesehatan masyarakat. Melalui tim pengawasan kesehatan lingkungan, Dinkes melaksanakan kegiatan pengawasan dan uji petik kualitas air di sejumlah Depot Air Minum (DAM) yang berlokasi di Kecamatan Dringu dan Bantaran, Kamis (14/8/2025).
Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya preventif dalam memastikan bahwa air yang dikonsumsi masyarakat dari depot-depot tersebut memenuhi standar kualitas air minum yang aman dan layak konsumsi sesuai dengan regulasi kesehatan.
Tim pengawasan melakukan pemeriksaan menyeluruh yang mencakup aspek fisik lingkungan depot, kelengkapan fasilitas hingga pengambilan sampel air secara acak (uji petik) untuk diuji laboratorium. Pemeriksaan ini bertujuan untuk mendeteksi sejak dini potensi kontaminasi atau pelanggaran standar sanitasi yang dapat membahayakan kesehatan konsumen.
Kepala Dinkes Kabupaten Probolinggo dr. Hariawan Dwi Tamtomo melalui Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Sri Wahyu Utami mengatakan kegiatan ini merupakan bagian dari pengawasan rutin terhadap keamanan air minum di tingkat masyarakat.
“Air merupakan kebutuhan utama dalam kehidupan sehari-hari. Karena itu, kami berkewajiban memastikan air dari depot-depot yang dikonsumsi warga benar-benar aman dan sesuai standar. Pemeriksaan ini tidak hanya untuk mengetahui kualitas air, tetapi juga untuk membina pemilik depot agar terus menjaga kebersihan dan sanitasi,” ujarnya.
Menurut Sri Wahyu, kualitas air yang buruk dapat menjadi sumber penularan berbagai penyakit, seperti diare, tifus hingga infeksi saluran pencernaan. Oleh sebab itu, pengawasan terhadap depot air minum menjadi langkah strategis untuk mencegah penyakit berbasis lingkungan.
“Kami tidak ingin menunggu sampai terjadi kasus keracunan atau penyakit akibat air tercemar. Edukasi dan pengawasan adalah kunci utama pencegahan. Dengan uji petik ini, kami juga bisa mengedukasi pemilik depot tentang pentingnya pemeliharaan alat dan kebersihan lingkungan kerja,” tambahnya.
Sri Wahyu mengimbau seluruh pemilik dan pengelola DAM di Kabupaten Probolinggo untuk tidak hanya fokus pada aspek bisnis, tetapi juga pada tanggung jawab sosial terhadap konsumen. Pemeriksaan rutin internal, pemeliharaan peralatan, serta pelatihan kebersihan bagi pekerja menjadi hal krusial yang tidak boleh diabaikan.
“Kami siap memberikan pendampingan teknis dan edukasi berkelanjutan bagi depot air minum yang berkomitmen meningkatkan standar kualitas layanan mereka. Aspek perlindungan konsumen dalam sektor air minum menjadi prioritas utama dalam menjaga kesehatan lingkungan masyarakat,” pungkasnya. (put/fas)
